Gin tiba di rumah dengan pakaian basah kuyup. Ia meminta Pak Jono untuk mengeringkan mobilnya, karena ia terburu-buru bertemu dengan Michael untuk sesuatu hal. Lelaki itu bergegas menuju ke ruang kerja pria paruh baya yang menyewanya sebagai pengawal putrinya, dan sekarang ia tidak becus menjaga amanatnya. “Bapak memanggil saya?” tanya Gin, yang dipersilakan duduk oleh Michael. Lelaki itu duduk, menundukkan kepala, siap untuk menerima cercaan atau kemarahan dalam bentuk aoa pun, karena telah membuat Angela menghilang. Mungkin gadis itu sudah kembali, tetapi tetap saja, ia sempat menghilang dan berkeliaran seorang diri. “Apa benar yang dikatakan oleh Angie?” tanya pria itu. Kali ini Gin mengangkat wajahnya dan menghadap pada Michael yang tak ada sorot kemarahan sama sekali, melainkan

