Angela merasa bosan di dalam kelas. Terlebih menyaksikan dosennya yang terus saja memerhatikan Gin. Bukannya cemburu, melainkan muak. Ia kemudian memutuskan untuk mencuci muka sebentar di toilet. Gin yang melihat langkah sang nona yang keluar dari ruangan, hendak turut serta demi melaksanakan tugas, tetapi Angela sudah memberinya ultimatum sebelum ia sempat bergerak dari bangkunya. “Jangan ikutin aku! Awas aja kalau sampe kamu ngikutin!” ancamnya, setengah berbisik. “Non Angela mau ke mana?” tanya Gin, dengan volume yang sama membuat Angela sedikit merinding mendengar suara bariton berat milik pengawal pribadinya itu. Ia menggeleng cepat demi mengusir pikiran-pikiran nakal yang tiba-tiba mampir di kepalanya. “Mau pipis!” jawabnya singkat. Ia kemudian bergegas menuju toilet dan tak lag

