Baik Gin maupun Angela duduk di hadapan Anita, sang dosen killer dengan wajah tertunduk. Mereka tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh wanita yang juga menjabat sebagai dekan di kampus mereka. Manik gelap di balik kaca mata yang dikenakannya melirik ke arah Gin, yang tentunya lebih menarik perhatiannya, ketimbang Angela yang mulai sekarang akan menjadi rivalnya karena tampak dekat dengan mahasiswa idolanya. “Apa yang kalian lakukan di luar tadi? Kalian berbuat m***m, ya?” tuduh Anita, dengan suara lantang dan terdengar tegas, seolah tak ada alasan lain baginya meminta kedua sejoli itu untuk masuk ke ruangannya selain untuk memberikan peringatan yang berhubungan dengan tingkah laku kedua mahasiswa di hadapannya. Padahal, ada hal lain yang membuat wanita itu harus memberikan kete

