Angela masuk ke kelas, kali ini ia berangkat dan pulang bersama dengan Gin, tetapi mereka memutuskan untuk benar-benar menjaga jarak seperti apa yang telah mereka sepakati. Radius lima meter. Bahkan bangku Gin pun hari ini sudah digeser menjadi lebih jauh oleh Angela sendiri. Kebetulan sekali, belum ada mahasiswa lain yang datang, sehingga Gin punya kesempatan untuk bicara sedikit dengan sang nona muda yang wajahnya ditekuk sejak berangkat tadi. Mulanya Gin berpikir kalau itu memang kebiasaan Angela—cemberut di pagi hari, tetapi ketika tiba di kampus dan ia masih bungkam dan tidak secerewet biasanya, Gin mulai merasa resah. “Non, ini kejauhan mejanya. Nanti kalau Non membutuhkan sesuatu, saya tidak bisa sigap untuk memberi bantuan,” ujar Gin kala melihat jarak mejanya dan meja Angela ya

