Selama hidup di istana yang megah ini Rani merasa sangat kesepian. Meski semua fasilitas kemewahan yang ia dapatkan tidak mampu mengubah kesendiriannya dalam menanti suami dan si calon debay lahir. Apalagi sanak saudara di Indonesia juga ia tak ada karena orang tuanya memang sudah berpindah kewarganegaraan menjadi warga eropa. Mendapat teman seperti para asisten rumah tangga tidak juga merubah keadaannya. Ia merasa mereka semua hanya berpura pura menghibur dirinya agar tetap tinggal di rumah itu. Setiap ada keinginan untuk pulang ke tempat asalku selalu saja ada alasan mereka untuk mengubah keputusanku. Mas Bagas juga kadang saat bisa menghubungiku selalu berusaha menahanku untuk tetap menunggu ia hingga tiba saatnya ia pulang tugas dari Negara. Hidupku semakin tidak tenang karena suami

