Melepas Masa Lalu

1179 Kata
Aku melihat sosok wanita ditubuhku itu menangis tapi dia tidak mau keluar dari tubuhku. Akhirnya mas rey dan kerabatnya memutuskan tuk menarik paksa demit yang ada dalam tubuhku. Aku pikir setelah berhasil menarik keluar demit tadi, maka masalahku clear, ternyata itu baru awal. Masih ada tujuh demit lagi kata mba Tia. “Astaghfirullah, kok bisa banyak begitu” tanyaku pada mba Tia. “Ada yang sengaja melakukannya…” kata mba tia sambil tersenyum. Belum sempat ku lanjutkan pertanyaanku, tiba-tiba kembali tubuhku bereaksi. “Astaghfirullah…” tubuhku kembali dirasuki sesosok wanita Kuntilanak. “ya Allah… Astaghfirullah… Astaghfirullah…” berusaha aku dari dalam tubuh melawan sosok ini, sekuat tenaga aku ingin mengeluarkan sosok ini tetap ku tak mampu, sosok itu malah tertawa “hihihihihihihihi…”. Kembali mas Rey dan kerabatnya membantu mengeluarkan sosok tersebut. Kejadian ini terulang terus sampai 8 kali. Betapa lelahnya diriku. Banyak menguras energy dan pikiranku. Hingga akhirnya proses ruqiah itupun selesai.   Setelah proses ruqiah itu ada sedikit perbedaan yang kurasakan. Badan tidak lagi terasa berat seperti biasanya. Sebelum pulang ku sempatkan bertanya kepada mba Tia mengenai keadaanku. Apalagi setelah ku tau, bahwa hal-hal yang buruk itu memang disengaja. Mba tia menjelaskan bahwa orang yang melakukan itu adalah mantan cowokku. Sudah kuduga, aku hanya bisa istighfar, semoga ini berakhir. Aku pun pamit dengan keluarga Mas Rey dan Mba Tia yang telah banyak membantuku. Setibanya aku dirumah, tiba-tiba hawa hangat sekeliling badanku. Aku langsung ambil air wudhu, mau tunaikan kewajibanku. Selesai wudhu, hawa yang hangat tadi berubah menjadi panas dan berat di pundak dan leherku. “ya Allah apalagi ini??” dalam hatiku bertanya. Ternyata ada lagi merasuk dalam tubuhku, tapi aku tetap sadar. Mungkin dia hanya mampir, pikirku.   Kejadian ini terus berulang. Minggu ke dua kembali aku ruqiah dengan keluarga Mas Rey. Begitu juga minggu ke tiga dan ke empat. Demit yang merasuk di tubuh ini, berubah-ubah jumlahnya, kadang ada 3, kadang ada 5. Ya Allah aku hanya bisa pasrah. Mungkin karena sudah terlalu sering bertemu, kami sudah seperi keluarga sendiri dengan keluarga Mas Rey. Hingga akhirnya suatu hari, kakakku cewek yang telah berkeluarga minta di ruqiah juga. Nah disinilah mulai terkuak sedikit demi sedikit tentang masalahku. Sekejap kakakku dan suaminya diberi air yang dibacakan doa oleh mas rey. Kakakku yang cewek tidak bereaksi, malah kakak iparku yang langsung berubah berontak. Setelah di netralisir oleh mas rey, iparku pun tersadar. Selang beberapa detik tiba-tiba iparku kembali berubah, namun kali ini lebih tenang. Ternyata yang masuk dalam raga iparku adalah pedatuan keluargaku. Beliau sebenarnya sudah lama disisi kakakku yang cewek, hanya belum bisa berbuat banyak karena keturunan beliau belum bersih dan belum yakin benar dengan hal-hal mistis. Dari datuk juga lah akhirnya ku tau lebih banyak lagi mengenai masalahku. Kenapa aku bisa dimasuki demit yang tidak hanya satu atau dua, dan itu kebanyakan kuntilanak.   Ujar datuk aku terkena kiriman atau Santet dari mantan cowokku. Santet itu dengan media foto. Akhirnya datuk meminta ke keluarga Mas Rey tuk memandikan aku di hari jumat, agar membuang semua yang buruk dari tubuhku.   Hari jumat pun tiba, dan akupun melakukan ritual seperti yang diminta Datukku. Dan begitu malam tiba, aku masih dirumah mas Rey bersama kakakku yang cewek dan suaminya. Tiba-tiba suami mbakku kembali kerasukan, kali ini beda lagi, dengan agak terengah-engah seperti habis berlari. Ternyata yang merasuk itu anak buah Datukku yang diutus ke jawa atau ke dukun mantan lakiku. Disini anak buah datukku menceritakan kalau cara Santet disana menggunakan fotoku dan fotonya disatukan disebuah wadah dimana diwadah tersebut sudah dicampur darah mantan cowokku dengan darah binatang, berbagai macam kembang, secarik kain kafan, dan tanah kuburan. Dan sang dukun hitam tersebut sengaja membuka 8 penjuru dari ragaku agar bisa dimasuki para demit dari 8 penjuru angin. Jadi walaupun sehari dikeluarkan, nantinya akan datang lagi dari arah lain. Kadang hanya sekedar lewat daerah tertentu pun pasti akan ada yang nempel. Dalam artian aku mudah di  masuki sosok MG.   “Astaghfirullah…begitu kejamnya mantan cowokku, apa salahku sampai ia tega berbuat begini. Aku ga habis pikir, setelah dia meninggalkan aku, sekarang dia mau menghancurkan hidupku dan anakku” dalam pikiranku. Setelah aku, keluargaku dan keluarga mas Rey tau penyebabnya, maka dikirimlah Datukku beserta anak buahnya ke tempat dukun itu. Tentunya dengan cara gaib. Tujuannya untuk memusnahkan Santet dari mantan cowokku dan menutup 8 Penjuru angin tadi. Malam itu juga mereka langsung ke tujuan. Selama sejam aku menanti kabar dari datuk selama itu juga tubuhku bereaksi ga karuan. Gelisah, panas dibelakang, berat di pundak, kram di kaki, perut berasa mual, kepala pusing. Ya Allah rasanya seperti ngilu semua, serasa ada yang mau keluar dari ragaku. Beberapa menit kemudian, suami kakakku kembali kesurupan. Ternyata raja demit dari dukun itu. Dia berusaha berontak. Seketika ditegur oleh tuan rumah mas rey. Demit itu pun terdiam. Demit itu mengakui klo dia diperintah oleh dukun suruhan dari mantan cowokku. Dia pun meminta ampun, tentu saja kami menyaksikan hal tersebut tidak percaya begitu saja. Mas Rey lalu menghancurkan demit tersebut.   Tak berapa lama kakak iparku kerasukan lagi. Kali ini siluman harimau. Rupanya siluman ini hadir untuk memenuhi janjinya dengan datuk ku yang sesama gaib. Antara Datuk ku dan Siluman ini memang ada perjanjian, agar menutup dan membuang yang buruk dari keturunan datuk, aku. Jika tidak dibuang maka Datuk & pasukannya yang menyerang kerajaan siluman tersebut. Siluman ini adalah salah satu penguasa sebuah gunung yang terkenal di Jawa Timur. Melalui siluman inilah semua penjuru tadi ditutup, sambil diawasi mas rey dan keluarganya. Akhirnya perlahan-lahan reaksi ku tadi mulai berangsur normal. Alhamdulillah kejadian malam ini cukup menguras tenaga dan pikiranku, namun hasilnya tidak mengecewakan.   Perlahan air mataku mulai membasahi pipiku. Aku teringat akan masa laluku dan sekarang. Banyak hal yang kulalui bersama buah hatiku. Sedih bila membayangkan anakku. Aku tidak bisa membayangkan bila aku tiba-tiba ‘tiada’ hanya karena masalah dendam, bagaimana kelak malaikatku bisa tau akan Tuhan nya, tau akan kejamnya dunia, tau akan kasih sayang dari ayahnya… “sudah lis, semua sudah berlalu, Masa lalu bisa saja membuat orang terluka. Tapi lita harus bisa lari dan belajar dari semua itu…” wejangan mba Tia. Sepulang dari ruqiah, aku langsung beristirahat bersama anakku. Hawa dirumahpun sudah berubah. Terasa lebih nyaman dari sebelumnya.   Keesokan harinya bangun subuh, terasa lebih fresh, segera ku ambil air wudhu dan lanjut tunaikan kewajibanku. Selesai solat, kupandangi wajah anakku yang lagi terlelap. Alhamdulillah terima kasih ya Allah karena dia aku bisa selalu berdiri tegak. Bersiap aku masak-masak karena aku harus jualan untuk menjemput rezeki yang diberikan Allah. Untuk aku dan sang buah hatiku. Tak pernah sedikitpun aku menaruh dendam dengan mantan cowokku. Kutahu semua ini hanya ujian, dan juga pasti ada kesalahanku di masa lalu, yang harus kubayar di dunia ini. Allah Maha Tahu yang terbaik buat umat-Nya. Terakhir aku bertemu dengan mantan cowokku adalah dalam mimpi, dimana dalam mimpi tersebut aku lah yang meminta maaf atas semua kesalahanku dimasa lalu. Didalam mimpi tersebut, cowokku malah terlihat kurus sekali, hanya tersisa tulang. Dia hanya bisa tertunduk malu. Mungkin ini ganjaran Tuhan buat dirinya.Wallahualam. Aku pun bisa melepas masa lalu itu dengan senyuman, senyuman terindah bersama malaikat kecilku. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN