Di belakang rumah Teri, Toby bisa melihat danau Torai dengan jelas. Jauh membentang ke Barat sampai penglihatannya tak dapat menjangkau itu jadi dia mengalihkan pandangannya ke sebelah Utara dan Selatan. Terlihat jelas danau Torai diapit oleh gunung Sanhora berwarna hitam tanpa tanaman yang puncaknya menjulang tinggi menembus langit. Toby menghirup napas dalam-dalam, merasakan betapa indahnya momen itu. Dia bisa mencium bau air yang khas bercampur dengan aroma mint dari dua tanaman yang tumbuh di dekatnya. Tanaman yang sengaja ditanam Teri. “Selamat pagi pengelana.” Toby membuka mata ketika dia mendengar suara perempuan parau. Dia berbalik, rupanya neneknya Teri yang saat ini membawa bakul berisi ikan-ikan kecil yang mengeriput seperti sudah dikeringkan lama. “Oh… Se—selamat pagi,”

