BAB 18

953 Kata

Pagi yang tidak dingin dan juga tidak panas, cahaya matahari tertutup oleh awan. Namun bukan awan hitam pekat seperti kemarin, hanya awan biasa. Keenam pemuda itu sudah siap berangkat, Gorum sudah memeluk mereka satu per satu, mengucapkan terimakasih dan memberi dukungan. Tak lupa orang tua Gorum juga membungkus banyak makanan dan memasukkannya ke dalam kotak di belakang kuda mereka. Makanan mereka sudah lebih dari cukup karena sisa makanan yang diberikan suku Miryu belum juga habis.  “Jaga dirimu Gorum,” kata Luce. Gorum tertawa kecil. “Kamu lah yang harus menjaga dirimu Luce, perjalanan masih jauh jadi berhati-hatilah dan jangan lupa tersenyum.” Luce mengangguk menampakkan senyumnya yang langka. Gorum dan kedua orang tuanya melihat kuda-kuda mereka menghilang di sudut jalan. Mere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN