Tri mendekatkan wajahnya lalu memulai mencium yoga. Yoga pun membalasnya.
Tri membuka kancing baju yoga satu demi satu. Yoga membiarkannya terlarut dalam ciuman. Saat tri akan melepas bajunya dengan susah payah yoga melepas ciuman dan bangun melepas baju dan juga celananya. Begitu juga tri melorotkan celana kolornya. Berdua sudah sama sama telanjang. Yoga tiduran lagi dan tri langsung menindihnya. Mencium dan menggesek gesekkan kontolnya diatas k****l yoga. Hujan sudah reda dan tidak terdengar lagi suara gemericik air mengalir. Berganti suara binatang malam pedesaan. Kedua pria itu masih berlanjut berciuman dan saling menggesek gesek kontolnya. Tri mendominasi seperti bergaya ngentotnya. Berselang lama karena puncak kegairahan tri sudah memuncak. Dan akhirnya memuncratkan pejuhnya di atas k****l dan perut yoga. Tri diam karena puas sudah klimaks. Yoga membalikkan posisi sekarang berada di atas tubuh tri.
Tri mendekatkan wajahnya lalu memulai mencium yoga. Yoga pun membalasnya.
Tri membuka kancing baju yoga satu demi satu. Yoga membiarkannya terlarut dalam ciuman. Saat tri akan melepas bajunya dengan susah payah yoga melepas ciuman dan bangun melepas baju dan juga celananya. Begitu juga tri melorotkan celana kolornya. Berdua sudah sama sama telanjang. Yoga tiduran lagi dan tri langsung menindihnya. Mencium dan menggesek gesekkan kontolnya diatas k****l yoga. Hujan sudah reda dan tidak terdengar lagi suara gemericik air mengalir. Berganti suara binatang malam pedesaan. Kedua pria itu masih berlanjut berciuman dan saling menggesek gesek kontolnya. Tri mendominasi seperti bergaya ngentotnya. Berselang lama karena puncak kegairahan tri sudah memuncak. Dan akhirnya memuncratkan pejuhnya di atas k****l dan perut yoga. Tri diam karena puas sudah klimaks. Yoga membalikkan posisi sekarang berada di atas tubuh tri.
Dengan gaya mengentot menggesek gesek kontolnya yang sudah licin oleh pejuh mendesah.
"Ough pak, enaak pak" Desah yoga yang akhirnya memuntahkan pejuhnya. Sambil memeluk tri yoga puas mencapai klimaks.
Yoga lalu menjatuhkan diri tidur terlentang disamping tri. Tri mengelap pejuh di perut dan kontolnya dengan celananya. Serta mengelap pejuh di k****l dan juga perut yoga.
"Suwun mas, dah lega" Kata tri.
"Iya pak" Yoga puas.
Yoga memegang k****l tri dan berkata. "k****l bapak gede, pasti istri puas dan senang"
"Ya biasa saja mas" Jawab tri.
"Punya mas yoga juga gede" Tambah tri.
"Tapi nggak segede ini pak" Jawab yoga. Tri hanya nyengir tersenyum manis.
Yoga meremas remas k****l tri sambil di amatinya.
"Udah mas, ntar ngaceng lagi repot minta crot lagi" Kata tri.
"Lagi juga nggak apa apa pak, hehehe" Jawab yoga.
Tri tersenyum dalam diamnya. Yoga teringat saat malam sedang tidak ingin bersenggama, istri yang selalu memulainya. Awalnya istrinya memegang dan meremas remas kontolnya lalu mengemutnya. Dan yoga menikmati saat kontolnya di emut oleh sang istri. Tiba tiba yoga berinisiatif mengemut kontolnya tri. Tidak ada keraguan akan jijik atau bagaimana bau dan rasanya. Terbukti istrinya saja menyukainya. Lalu yoga bangun mendekatkan wajahnya di dekat kontolnya tri. Di amatinya bentuk k****l yang menurutnya sempurna jika lelaki memiliki barang kebanggaan. Yaitu k****l besar dan indah bentuknya. Yoga langsung memasukkan kepala k****l itu kedalam mulutnya. Hampir seluruh batangnya masuk karena belum ngaceng. Penuh menyumpal dalam mulutnya.
"Eh mas, ngapain?" Kata tri kaget.
Yoga kaget juga lalu melepas emutannya.
"Iya pak, pengen mencoba apa yang istri lakukan pak" Kata yoga.
"Istri mas suka gitu?" Kata tri.
"Iya pak" Lalu yoga mengulanginya lagi memasukkan k****l tri ke dalam mulut.
Lalu lidahnya menjilat jilat saat k****l di dalam mulutnya. Yoga mulai mengulum k****l itu layaknya mengulum sebuah permen. Yoga mulai menikmati rasanya mengulum. Dan sangat menyukainya. Seperti mendapatkan mainan kesukaannya, yoga terus mengulum dan meremas remas batang k****l tri yang mulai mengembang.
"Ough mas... Shhhhhaargh enaaaaaak" Desah tri.
"Bapak suka? " Tanya yoga.
"Iya mas, enak banget" Ucap tri.
Yoga melanjutkan mengulum k****l itu sekarang sudah ngaceng lagi.
"Oughh... " Desah tri sambil meraba raba punggung yoga. Lalu tangannya meraba raba p****t tri dan meremasnya. Kenyal seperti meremas p******a. Yoga tidak menampikkan dan tetap bermain dengan barang barunya. Di jilat jilat dan di kulum k****l itu.
"Ough.... Shhhh... Ough.... Ssshhhhaaaarggggghhhhh" Desah tri saat lobang kencingnya di jilat lidah yoga. Yoga semakin mahir mengulum dan semakin menikmatinya.
Tri meremas remas p****t lalu jarinya menyentuh lobang dubur yoga. Di gesek geseknya lobang itu membayangkan seperti lobang m***k istrinya. Ada bulu bulu tipis di pinggirnya. Tri meraba raba bulu bulu itu. Yoga tetap tak bergeming keasyikan menjilat dan mengulum k****l kesukaannya. Tangan tri juga meraba raba biji k****l yoga yang menggantung dan juga meraba k****l yoga yang ngaceng. Tri tiba tiba menjilat jarinya dengan ludah lalu di sentuhnya lobang dubur yoga. Yoga menggeliatkan pantatnya merasakan geli. Namun tetap tak bergeming.
Tri makin gemas dengan p****t dan juga lobang yoga. Di tariknya pinggul tri agar geser dan tepat berada di atasnya. Posisi yoga sekarang menungging di atas tri. Wajah yoga menghadapi k****l tri dan wajah tri di bawah k****l yoga yang menggantung di atasnya. Tri meremas remas k****l yoga. Tri belajar dari yoga di jilatnya ujung kepala kontolnya. Lalu memasukkan kedalam mulut. Lalu mengulumnya seperti yang dia rasakan saat kontolnya di kulum yoga. Berdua saling mengulum dan saling mendesah terbungkam mulut dengan k****l masing masing.
"Hmmmmrrrggghhhh.... Hhhhmmmmrrrgggghhhh"
Desahan demi desahan keduanya. Tri semakin b*******h dan bersemangat dia mulai menjilati biji k****l yoga.
"Ough paaaak" Desah yoga. Mendengar yoga mendesah tri semakin bertambah gairahnya. Dia ulang terus menerus menjilati batang dan biji k****l yoga.
Tangan nya sambil meremas remas p****t kenyal dan dilihatnya lobang dubur tri yang mengembang, samar samar terlihat menggairahkan.
Lidah tri terjulur mengarah ke lobang itu. Saat lidah menyentuh lobang yoga mendesah.
"Aaaarrrgghhhh" Yoga menengadah merem melek saat lidah tri menjilatinya berulang ulang.
"Ough mas, enaak banget" Desah yoga.
Sensasi yang yoga rasakan seolah olah dunia berputar di kepalanya. Darah mendesir ke ubun ubunnya. Membuatnya lemas tak berdaya. Yoga rubuh dengan kepala di paha tri. Tangannya masih menggenggam kontolnya. Perutnya menempel di perutnya tri. Yoga lemas tak bertenaga menikmati sensasi yang baru pertama kali dia rasakan.
"Ough.... Pak.... Oughssshhhhaaarrrgggghhhh.... Ough... Sssshhhhhrrrraaarrrrgggghhhh ... Pak.... Enaaaaaaak" Desah yoga. Tri yang terbuai nafsu semakin ganas menjilat dubur itu. Tangannya mereemas remas pantatnya. Yoga tak kuasa lagi menahan kenikmatan itu. Dia sudah makin lemas. Dia lalu rubuh di kasur, terlentang tak bergerak.
"Enak mas? " Kata tri yang duduk di sebelahnya.
"Enak banget pak" Jawab tri ngos ngosan.
"Iya mas, kayak menjilat m***k" Kata tri.
Lalu tri menindih tubuh yoga dan memeluknya. Dan keduanya saling berciuman bibir. Reflek kaki yoga terangkat menyilang di punggung tri. Saat tri bergoyang dan menggesek kontolnya meleset dari atas k****l yoga menerjang kebawah s**********n yoga. k****l tri mengesek gesek lobang dubur yoga.
"Mas" Bisik tri.
"Hmmmm" Gumam yoga.
"Aku coba masukin ya?" Kata tri.
"Sakit nggak?" Tanya yoga.
"Ya nggak tahu mas" Kata tri.
"Pelan pelan aja pak" Kata yoga tangan merangkul pundak tri. Tri melumuri tangannya dengan ludahnya. Lalu mengoleskan di k****l dan lobang dubur. Berulang kali tri mengambil air ludahnya. Hingga benar benar basah dan licin. Tangan tri memegang batang kontolnya lalu....
"Bentar pak" Kata yoga.
Tri mendongkak menatap yoga.
"Ya mas"
"Di jilatin dulu pak, masih takut saya" Kata yoga.
Tri langsung tanggap lalu turun ke arah p****t yoga. Di angkat p****t yoga dengan posisi duburnya mengarah ke atas. Tri mulai menjilati duburnya.
"Ough .... Ough.... " Desah yoga.
Tri mengoyak ngoyak lubang dubur dengan lidahnya. Bibirnya mengecup dinding disekitar lobang.
"Ough .... Ssssshhhhhaaaarrgh"
Tri berhenti menjilat lalu membasahi jarinya. Dengan jarinya dia mengelus elus dan lalu mencoba di masukkan. Pelan pelan jari itu masuk.
"Ough .... "
"Pak" Desah yoga.
Jari kekar tri seret untuk masuk. Terjepit kencang oleh duburnya yoga. Tri menariknya pelan pelan dan memasukkannya lagi.
Hingga beberapa kali keluar masuk dan sedikit longgar tri mencoba dengan kedua jarinya.
"Ough... " Yoga tersentak.
Sama seperti di awal dengan satu jari. Sedikit seret dan membuat yoga meringis.
"Ough ... Sakit pak" Kata yoga.
Tri menarik jarinya lalu meludahi dubur dan jari. Lalu memasukkannya lagi berulang kali keluar masuk.
"Ough... Ough... Ssshhhhhhh.... Pak" Desah yoga.
Lalu tri menarik keluar jarinya dan melanjutkan dengan menjilatinya.
"Ough... Enak paaaaak" Desah yoga.
Tri bangkit menindih yoga lalu mencium bibirnya. Di gesek gesekkan kontolnya di depan lobang dubur yoga.
Yoga memegang k****l tri dan mengarahkan kepalanya di depan kontolnya. Yoga pasrah merasakan sakitnya demi membalas kebaikan tri. Karena nya tri dan dia harus memuaskan nafsu birahinya. Tri mengerti apa tujuan yoga mengarahkan kontolnya di lobang dubur. Di dorongnya pelan pelan hingga masuk.
"OOUCH...ADUH.....SAKIT" Kata yoga mencengkram lengan tri dengan kuat. Kuku nya membuat goresan luka di lengan dan tri membiarkannya. Kaki yoga menjepit pinggul tri dengan kuat. Menahan sakit di lobang dubur.
Tri sejenak tri diam bergerak dengan k****l menghujam masuk di dubur. Setelah yoga diam dan sedikit rileks di tariknya pelan pelan. Dan yoga meringis kesakitan lagi.
Tri mendorong kontolnya masuk setelah di tariknya. "OUCH"
Tri mencoba mempercepat gerakan agar segera melebar lobang dubur itu.
"Pak ... Pak.... " Yoga meringis kesakitan. Airmatanya keluar menahan sakitnya. Perutnya juga berasa begah.
Yoga menahan sakitnya dengan memejamkan mata. Tangan nya semakin kuat mencengkram lengan tri. Beberapa kali tri menyodok nyodoknya hingga sudah berasa lancar.
Tri mengerti apa tujuan yoga mengarahkan kontolnya di lobang dubur. Di dorongnya pelan pelan hingga masuk.
"OOUCH...ADUH.....SAKIT" Kata yoga mencengkram lengan tri dengan kuat. Kuku nya membuat goresan luka di lengan dan tri membiarkannya. Kaki yoga menjepit pinggul tri dengan kuat. Menahan sakit di lobang dubur.
Tri sejenak tri diam bergerak dengan k****l menghujam masuk di dubur. Setelah yoga diam dan sedikit rileks di tariknya pelan pelan. Dan yoga meringis kesakitan lagi.
Tri mendorong kontolnya masuk setelah di tariknya. "OUCH"
Tri mencoba mempercepat gerakan agar segera melebar lobang dubur itu.
"Pak ... Pak.... " Yoga meringis kesakitan. Airmatanya keluar menahan sakitnya. Perutnya juga berasa begah.
Yoga menahan sakitnya dengan memejamkan mata. Tangan nya semakin kuat mencengkram lengan tri. Beberapa kali tri menyodok nyodoknya hingga sudah berasa lancar.
"Ough mas .... Enak.... Sempit... " Desah tri.
"Aaarrrggghhhhh mas .... Enak banget... Lebih enak mas ora koyo memek... Ough... Mas.... Ough" Desah tri berkali kali setiap dia menghujam k****l keluar masuk.
Yoga menahan sakitnya dalam diam. Dia sudah pasrah sudah merelakannya semua. Dia sudah tidak bernafsu lagi karena menahan sakit. Kontolnya terkulai lemas.
Tak berselang kemudian kenikmatan yang tri rasakan mulai memuncak. Di percepatnya hingga ...
"Ough ough ough maaas aku dah mau crot mas.... Ough.... AAAARRRGGGGHHHHHHH"
tri menyodok sangat kencang hingga kontolnya mentok di perut yoga. Kontolnya berkedut kedut memuntahkan pejuhnya. Yoga merasakan denyutan k****l tri di lobang duburnya. Merasakan kehangatan cairan pejuh menyembur di duburnya. Tri puas dengan menjatuhkan tubuhnya di atas d**a yoga. Yoga lega semua sudah berakhir. Dia memeluk tri dengan rasa sayangnya.
Kontol masih tertancap dan yoga merasakan rasa perih dan pedih di lobangnya. Saat tri akan mencabut kontolnya.
"Aduh.... OUch... Pelan pelan pak" Kata yoga.
Tri menarik pelan pelan... Dilihat kontolnya berlumuran pejuh dan ada darah di pangkal k****l dan mengalir di bijinya.
"Mas" Kata tri.
"Mas nggak apa apa?" Kata tri kawatir.
"Nggak apa apa pak" Jawab tri.
"Maaf yo mas" Kata tri merasa bersalah.
"Iya pak, nggak apa apa" Jawab yoga senang dengan sikap tri.
Tri meraih kaos putihnya lalu mengelap sisa sisa pejuhnya bercampur dengan darah. Kaos putih itu terlihat jelas nodanya berwarna merah.
"Mas nggak apa apa?" Lagi lagi tri menanyakan nya.
Yoga hanya tersenyum dan mengangguk walaupun masih menahan perih dan pedih.
"Mas mau gantian? " Tanya tri.
Yoga menggelengkan kepala. Rasanya sakit untuk bergerak.
"Nggak apa apa mas, biar kita sama sama impas" Kata tri.
"Nggak apa apa pak" Jawab yoga.
Berdua dalam diam lalu tri memaksanya. "Ayolah mas, aku kasihan sama mas"
Yoga tersenyum dan diam.
"Ya mas, biar impas. Aku kepikiran terus nih" Kata tri.
Tri memegang k****l yoga lalu mengemutnya. Tri yang awal mulanya meniru yoga mengemut k****l sekarang dia mulai menikmatinya. Dia pun menungging seperti yang tadi yoga lakukan. Yoga memainkan k****l tri yang tadi sudah merobek duburnya. k****l indah bentuk dan ukurannya yang membuatnya suka.
"Di jilat mas...." Kata tri sambil mengusap usap lobang duburnya.
Yoga agak ragu namun melihat ketulusan tri untuk membayar rasa sakitnya dan dia dengar kata tri seperti rasa m***k dia pun mulai menjilatnya. Tri mendesah....
"Ough.... Enak mas.... Terus mas" Dan kontolnya mulai mengembang. Tri mengulum dan mengenyot k****l yoga hingga mengeras kencang dan basah. Yoga semakin b*******h kenikmatan di oral dan menjilat lobang dubur. Yoga pun meniru gayanya tri menusuk nusuk lobang dubur itu dengan jarinya. Lama kemudian tri merebahkan diri di kasur dan mengangkat kedua pahanya.
"Ayo mas... Jilatin lagi" Pinta tri pasrah.
Yoga bangun dengan nyeri di pantatnya. Dia berjongkok lalu menjilatinya.
"Ough maaaaas, enaaaak"
"Ough shhhhh.... Ough.... Sssshhhhh" Desah tri kelojotan.
"Coba masukin mas! " Pintanya.
Yoga mengarahkan kontolnya dengan di lumurin ludahnya.
"Ouch.... Maaaaas" Sahut tri.
Yoga berhenti saat kepala kontolnya masuk dan menatap tri. Tri memejamkan matanya menahan sakit.
"Kok berhenti mas?"
"Bapak nggak apa apa? " Tanya yoga.
"Iya mas"
Yoga mulai mendorong pelan pelan hingga mentok dan lalu berhenti saat tri berteriak.
"Stop mas.... Ouch"
"Sakit mas"
"Yaudah nggak usah aja pak" Kata yoga.
"Sudah terlanjur mas, terusin aja" Suruh tri saat yoga akan mencabut kontolnya.
"Tambahin ludah mas" Tri menyuruh yoga untuk meludahi kontolnya.
Yoga mengikuti arahan tri, meludahi kontolnya setengah tercabut. Setelahnya dia mulai mendorong lagi kontolnya.
"Langsung aja mas genjot terus" Suruh tri.
Yoga segera melakukan suruhan tri. Di genjotnya k****l keluar masuk dengan ritme sedang dengan teratur tanpa berhenti.
"Ough ough ough.... Mas"
"Aaarrrgggghhh aaaarrgghhssshhhaaaaarrrggghhh mas.... Enak" Desah tri. Kakinya tri menyilang di pinggul yoga dan tangannya memeluk nya. Tri mencium bibir yoga penuh nafsu. k****l tri masih ngaceng dan tertindih perut yoga.
Yoga menikmati sensasi k****l terjepit dubur sempit. Ternyata lebih nikmat seperti desahan tri saat menyodok duburnya. Hingga membuat yoga tak kuasa menahan akan datangnya klimaks. Dia bangun dengan tegap agak bisa menyodok mentok kontolnya. Yoga mengocok ngocok k****l tri yang tegang maksimal. k****l itu seperti tercekik dengan urat urat melingkarinya. "Ough ... Pak, enak banget ya pak" Desah yoga.
"Iya mas... Ough... "
"Ough mas... Ough... Terus mas.... Kocokin dan mentokin mas"
"Ough mas... "
"Iya pak.... Nikmat banget"
"Hmmmmaaarrrgggg mas... Ough... Mas... Aku mau crot lagi mas.... Ooooouuuugggghhh"
"Crot... Crot.... "
Akhirnya tri crot untuk ketiga kalinya. Dan saat tri mencapai klimaksnya yoga merasakan sensasi dubur tri menjepit kontolnya. Rasa nikmat tak tertahankan akhirnya yoga menjatuhkan tubuhnya di atas d**a tri. Memeluk erat sambil mengenjan p****t nya.
"Ough paaaak, aku keluaaaaar" Desah yoga.
Sensasi kedua pria dengan klimaks hampir bersamaan. Yoga lemas dalam pelukan tri.
"Terimakasih mas" Kata tri yang mencium kening yoga.
"Sama sama pak" Balas yoga. Yoga bangun lalu mencabut kontolnya.
Sama seperti halnya yang dia alami. Kontolnya berlumuran darah dan pejuhnya.
"Pak, sakit?" Tanya yoga.
"Nggak apa apa mas"
"Sama sama enak dan sama sama sakit" Senyum tri. Yoga mengelap noda itu dengan kaos yang tadi tri gunakan. Serta mengelap pejuh tri yang berceceran di perutnya. Tri diam menunggu sambil mengamati yoga. Setelah itu yoga rebahan di samping tri.
Tri lalu memiringkan tubuhnya dan memeluk yoga.
Yoga dan membalas nya memiringkan tubuh saling berhadapan dan memeluknya. Tri mengecup bibir yoga. Yoga tersenyum.
"Bapak puas?"
"Iya mas, enak banget"
"Apalagi pas di jilatin silitku mas"
"Ough... Rasanya sampai ke ubun ubun"
"Iya pak, enak banget"
"Ternyata gitu ya mas"
"Gitu gimana pak? " Tanya yoga.
"Ya gitu kalo lanang podo lanang kentu" Kata tri bingung mau menjelaskan.
"Ya pak, aku juga baru merasakannya" Jawab yoga.
"Lebih nikmat ternyata. Hahahaha"
Berdua sama sama tertawa.
"Yaudah mas, yuk tidur dan hampir subuh ternyata" Ajak tri.
"He em" Yoga menjawab dengan setengah tertidur. Berdua akhirnya tertidur saling berpelukan dalam keadaan telanjang.
Matahari sudah tinggi, sekitar jam delapan pagi. Yoga terbangun dengan rasa perih di duburnya. Dia inget semua permainan semalam. Dia menatap tri dengan rasa penuh terimakasih dan sayang. Pengalaman pertama yang indah bersamanya. Apalagi yoga menyukai pria itu. Dia melihat ke arah k****l yang awal mula dia menyukainya. k****l itu ngaceng menggodanya. Dia pun meraihnya lalu menciuminya, menjilatinya lalu mengulumnya.
"Hmmmmmmm.... Hmmmmmmm..." Gumam tri dalam tidurnya saat k****l nya di kulum. Tri terbangun dan mengusap usap kepala yoga.
"Mas suka? " Kata tri.
Yoga mengangguk tanpa suara terus mengulum kontolnya.
"Mas pengen main lagi?" Tanya tri.
Yoga tetap mengangguk dan terus mengulum kontolnya.
"Sambil mandi yuk mas!? " Ajak tri.
Yoga melepas kulumannya dan menengok ke arah tri.
"Yuk" Kata yoga semangat.
Tri bangun lalu turun dari kasur. Menggandeng yoga mengajaknya ke kamar mandi. Tri membasuh tubuh yoga dan menggosok gosoknya. Dan juga membasuh tubuhnya sendiri. Masing masing membersihkan diri dari pejuh sisa semalam. Terutama di bagian dubur. Yoga mendekati tri dan mengelus ngelus tubuhnya.
"Badan pak tri sangat bagus, wajahnya cakep, kontolnya indah" Ucap yoga.
"Ah aku jelek mas. Mas yoga tuh, putih, bersih, mulus, cakep wangi pula" Kata tri mengusap pipinya lalu mengecupnya. Yoga langsung memburu bibir tri saat tri hanya mengecup pipinya. Di cumbunya bibir tri dan di klamut nya. Berdua saling berbalas mencumbu bibir masing masing. Keduanya kembali terpancing birahi. k****l sudah sama sama ngaceng.
Yoga berjongkok lalu mengulum k****l ngaceng menantang indah. Tri menggoyangkan p****t maju mundur sambil mendesah.
"Ough.... Aaaaarrrgggghhhshhhhaaaaarrrrggghhhh..."
Suara slrup slrup terdengar saat k****l basah keluar masuk mulut yoga. Kepala yoga di pegang tri kuat kuat saat menyodoknya mentok ke tenggorokan. Hanya separuh masuk ke mulut yoga.
Tri mengangkat tubuh yoga bergantian mengulum kontolnya. Tangannya meremas remas p****t yoga yang kenyal. Lalu di putarlah tubuh yoga dan tri menyibak kedua pantatnya. Di jilatnya lobang dubur yoga sehingga yoga menungging di hadapannya. Yoga bersandar di tembok kamar mandi. Sedikit mengangkang memudahkan tri untuk menjilatinya.
"Oooooouuugggghhhhhhssshhhhhaaaaaarrrgggghhhh" Desah yoga sambil menutup matanya. Lama kemudian tri meraih sabun mandi dan mengoleskannya di kontolnya dan juga lobang dubur yoga. Lalu di arahkan batang kontolnya ....
Blesssssggghhhh.....
"Aaaarrrrggghhhhh" Desah yoga dan tri bersamaan.
Pantatnya langsung maju mundur dengan tenang. Suara tepukan pinggung menabrak p****t yoga memberikan suara kenikmatan. p****t yoga membal kayak balon bertubrukan. Membuat tri b*******h sambil meremas nya.
"Oooough... Oooough.... Ooooough... Enak yo maaaas"
"Hmmmmmaaaarrrghhhhh... Yaaaaapaaakk" Desah yoga menahan sakit di duburnya. Yoga makin lama makin lemas berdiri karena rasa nikmat dan sakit menerjangnya. Dia menyandarkan tubuhnya ke tembok. Kaki nya mulai tak kuasa menahannya berdiri. Tri mencabut kontolnya lalu membalikkan tubuh yoga. Di gendongnya yoga dan didudukan dipinggir bak mandi. Punggung yoga bersandar di tembok dan mengangkangkan kakinya. Posisinya pas dimana tri berdiri dengan k****l mengarah ke duburnya.
Tri memasukkan kontolnya lalu menggoyangnya penuh nafsu bergelora.
"Ooooough... Oooooough.... Oougggghhhh" Berdua saling mendesah. Yoga meraba raba d**a tri yang bidang. Putingnya yang kecil menonjol kedepan. Yoga memainkan dengan kedua jari jempol dan telunjuknya.
"Oughhhhhmmmmmarrrgghh enak mas. Terus mas...mainin pentilku" Desah tri.
Setelah lama bergoyang dan kenikmatan itu bergejolak akhirnya di ujung penantian tri mencapai klimaksnya.
"OOUUGHHHRRRGGGGGGHHHHH"
tri memuntahkan pejuhnya di dalam.
Yoga mengocok ngocok kontolnya dan di tahan oleh tri.
"Tunggu mas, masukin aja disini" Kata tri sambil memegang duburnya.
Yoga lalu turun dan tri sudah siap menungging. Yoga mengambil sabun lalu melumuri kontolnya dan juga dubur tri.
Selanjutnya yoga memasukkan kontolnya dan.....
"Ooooughhhhjaaarggggghhh.... " Desah tri mendapatkan kenikmatan.
Begitu juga dengan yoga yang mendapatkan kenikmatan lain daripada yang lain.
"Ough... Ough... Ough... Pak.... Nikmaaat"
"Ough ya maaas, terusin mas"
Tri mendesah sambil mengocok kontolnya.
"Enaaaak mas, kontolnya mas mantap"
"Ayo mas crot bareng lagi.... Ough" Desah tri.
"Iya pak.... Oughyaaaaahhhh.... Oush... Ssshhhhaaaarrrgghh"
"Ayo mas.... Jangan lama lama mas" Desah tri.
"Sebentar lagi paaaak..... Ough ... Ough... Ough... "
Yoga menggenjot dengan kencang dan lalu berhenti menekan kontolnya dalam dalam.
"Ough paaaaaaaak, aku keluaaaaaaaar"
"Hmmmmmmaaaarrrrrgghhhh.... " Desah tri mengejan memuntahkan pejuh di lantai.
"Oh... Oh... Oh... Ooh" Nafas tri tersenggal senggal.
"Enaaak maaaas"
"Oh..., iya pak" Jawab yoga juga ngos ngosan. Yoga mencabut kontolnya dan pejuh berleleran keluar. Tri balik badan lalu memegang kepala yoga dan mencium bibirnya.
"Ayo mas mandi" Ucap tri.
Berdua lalu mandi saling membasuh satu sama yang lain. Saling pandang dan saling senyum. Sama sama puas dan sama sama menerima dan memberi kenikmatan.
"Masih sakit ya mas?" Tanya tri
"Iya mas" Balas yoga.
Selesai mandi mereka kembali ke kamar. Yoga mengenakan pakaian dan celananya.
Tri mengambil kaos bercak darah dan pejuh mereka. Merapikannya lalu membungkusnya dengan plastik. Selesai berpakaian tri keluar kamar lalu membuat teh hangat.
"Ayo mas, di minum dulu" Tri menyuguhkan teh manis hangat.
Yoga meminumnya badan terasa kembali bertenaga.
"Kita ke warung ya mas, jajan di warung aja"
"Nggak ada makanan di rumah" Ajak tri.
"Iya pak" Jawab yoga.
Tri mengeluarkan motor yoga lalu menyalakannya. Yoga sudah berada di belakang mengikutinya langsung naik di boncengan. Ke warung di jalan raya tengah kampung.
"Nasi tumpeng karo gudangan lik" Kata tri memesan makanan.
"Lawohe nopo mas" Sahut ibu penjual warung.
"Ndok dadar" Jawab tri.
"Mas yoga makan apa? " Tanyanya kepada yoga.
"Sama aja pak" Jawab yoga.
"Lik, nasine kaleh nggih" Tri berteriak memesan kepada ibu warung.
Setelah nasi dua piring di sajikan ibu warung menanyakan minuman kepada tri maupun yoga.
"Nggih mas, minume nopo?"
"Saya eh teh aja bu" Jawab yoga.
"Kulo teh anget mawon lik" Sahut tri.
"Nggih mas" Jawab si ibu.
"Makan mas" Tri menawarkan ke yoga.
"Ya pak"
Berdua makan dengan lahapnya.
Begitu juga yoga baru pertama makan nasi tumpang. Dia pun melahap karena enak dan juga lapar.
Berdua makan tanpa banyak bicara. Namun si ibu penjual yang kenal tri mengajaknya ngobrol.
"Mboten ten saben mas tri? " Tanya si ibu.
"Mboten bu, ketekan dayoh saking jakarta ki" Jawab tri sambil tersenyum menepuk pundak yoga
"Woalah, mase saking jakarta to? " Sahut si ibu. Yoga hanya tersenyum mengangguk tak paham bahasanya, hanya saja dia mengerti disebut jakarta adalah dia.
"Lha nopo buk'e tasih gerah?" Tanya si ibu lagi kepada tri.
"Inggih bu, dereng mantun" Jawab tri.
Tri sudah menyelesaikan makan lalu di sambungnya dengan merokok.
Melihat yoga sudah selesai makan dan minum tri langsung berdiri.
"Pinten lik" Ucap tri.
"Saya yang bayar aja pak" Kata yoga.
"Nggak udah mas, ini saya ada kok" Jawab tri.
"Tambahe nopo mas? " Kata si ibu.
"Nggak ada bu, mas nambah apa?" Tanya tri.
"Nggak mas" Jawab yoga.
"Semuanya tujuhbelas ribu" Ucap si ibu.
Tri membayarnya dan pamit.
"Sampun bu"
"Nggih mas"
Tri dan yoga lalu pulang, sesampainya di rumah yoga langsung berpamitan.
"Pak, saya langsung pulang dulu ya"
"Besok dah mulai kerja lagi" Kata yoga.
"Ya mas"
Tri masuk rumah dan yoga mengenakan jaket, sepatu lalu menggendong tas ranselnya.
Tri mendekatinya lalu memeluknya. "Jangan kapok main sini mas, kalo longgar mampir ya" Ucapnya lalu mencium bibir yoga.
Yoga membalas ciuman itu, sedikit lama mereka berciuman. Yoga maupun tri saling memeluk seakan tidak ingin berpisah.
"Ya pak, kapan kapan saya akan mampir" Ucap yoga setelah lepas dari ciuman.
"Bener ya mas"
"Ya pak"
Yoga lalu berjalan keluar dan tri mengikutinya sambil merangkul.
"Hati hati di jalan mas!"
"Ya pak, terimakasih"
Yoga lalu pergi kembali kota. Kembali pulang untuk istirahat.
Continue......