Perpisahan berbuah Cinta

5000 Kata
Tiga minggu berlalu sejak perpisahan yoga dan tri. Beberapa hari dubur yoga berasa nyeri dan perih dan rasa itu hilang setelah hari dimana dia cuti beberapa hari untuk mudik bertemu keluarga kecilnya. Setelah mudik dan kembali bekerja dia semakin sibuk dengan aktivitas pekerjaan yang padat. Sabtu itu menjelang siang semua pekerjaannya beres dan tidak perlu untuk overtime lagi. Dia senang untuk bisa istirahat dan teman temannya mengajak dirinya liburan dengan memancing. Inget seketika mendengar kata memancing, dia ingat tri petani desa yang di kenalnya. Tiba tiba rasa kangen itu muncul. Dia memutuskan untuk berkunjung kerumah tri dan menolak ajakan temannya. Siang itu yoga bersemangat lalu bersiap siap berangkat ke rumah tri. Sebelumnya dia mampir ke sebuah counter HP, di belinya HP untuk oleh oleh buat tri. Bukan HP mahal tetapi lumayan untuk bisa komunikasi dengan tri. Setelah itu dia memastikan lagi isi tangki bahan bakarnya. Lalu berangkat lah yoga . Perjalanan ke kampung tempat tinggal tri kurang lebih 25 km dan memakan waktu sekitar 45 menit. Saat yoga melewati jalan dimana di pernah kehabisan bensin dan disitu pula tri sedang makan di bawah pohon. Yoga mencoba mencarinya namun tidak seorang pun berada di sawah. Mungkin teriknya matahari mereka sudah kembali ke rumah. Yoga melajukan motornya menuju rumah tri. Akhirnya yoga dah sampai di rumah tri. Kebetulan tri sedang di teras sedang santai duduk minum kopi. "Permisi, assalamualaikum" Kata yoga. "Eh mas yoga, monggo monggo mas" "Apa kabar?" "Kemana aja mas, nggak pernah mampir" Tri bahagia melihat yoga datang. Tak berhenti bicara sambil memeluknya. Yoga hanya tersenyum saja melihat tingkah tri seperti anak kecil lama nggak bertemu ayahnya. "Baik pak, gimana kabar bapak?" Kata yoga. "Alhamdulillah sae mas" Ucap tri masih memeluk erat yoga. Tri melepas pelukannya dan memandang yoga dengan mata berbinar binar bahagia. "Monggo mas, pinarak" Sambut tri semangat. Yoga dan tri masuk rumah. Yoga masih ingat betul rumah dan keadaannya. Masih sama tidak ada yang berubah. Tri berjalan ke belakang lalu keluar lagi. Duduk menemani yoga dan mengajaknya mengobrol. "Kok lama nggak kesini mas? " Tanya tri. "Maaf pak, banyak pekerjaan. Jadi belum sempat jalan jalan" Jawab yoga. "Tri sampai kangen loh mas, tak tunggu tunggu ra teko teko" Ucap tri tanpa sadar menggunakan bahasa daerahnya saking bahagianya. "Iya pak, sama" Lirih yoga saat melihat ada wanita berdaster membawa nampan dengan cangkir kopi. "Ini istri saya mas, buk.... Iki loh mase soko jakarta kae sing mbiyen tak critakne" Tri memperkenalkan istriya kepada yoga. Yoga membalas jabatan tangan yang di ulurkan oleh istrinya tri. Yoga tersenyum ramah dan di balas olehnya. "Monggo mas di unjuk riyen kopine" Kata wanita itu. "Makasih bu" Jawab yoga. Wanita itu meninggalkan mereka berdua dan kembali ke belakang. Tri dan yoga saling pandang dan saling tersenyum. Masing masing mau ngomong tapi tidak tahu mau ngomong apa. Bahkan keduanya salah tingkah. Berdua saling melirik satu sama lain. Dan beradu pandang lalu tersenyum. Akhirnya tri mengalihkan kekikukan dirinya dengan menyulut sebatang rokok. Menghisapnya dalam dalam. Dan yoga berinisiatif akan memberikan oleh olehnya buat tri. Dia mengambil kantong plastik berisi satu paket HP lengkap dan sudah aktif. Di serahkannya kepada tri. "Pak, ini sekedar oleh oleh buat pak tri" "Terimakasih banyak dah menolong yoga dan baik sama yoga" Kata yoga. "Wah mas yoga ki loh repot repot" Kata tri menerima plastik itu. Lalu menaruhnya di kursi sampingnya. "Bapak nggak buka dulu apa isinya? " Kata yoga heran. "Eh emang isinya apaan mas?" Kata tri buru buru meraih kantong plastik dan membukanya. "Woalah Hape" Ucap tri bahagia. "Maturnuwun sanget mas yoga" Ucap tri bersemangat berdiri lalu memeluk yoga. "Mas ada istri loh" Bisik yoga. "Eh iya iya" Lirih tri tak terkontrol saking bahagianya. "Tapi aku ga bisa makainya mas" Kata tri polos. "Nggak apa apa pak, nanti saya ajarin" Kata yoga. "Iya mas" Ucap tri. "Pak, jalan jalan ke waduk lagi yuk" "Ntar nyemplung lagi?!" Canda tri. "Hahaha, bapak bisa aja" "Nggak lah, kan nanti bisa megang pak tri biar nggak jatuh" Kata yoga. "Hmmm pegang apa nih? " Pancing tri sambil bercanda. "Pegangan sampanlah, mosok mau pegang itunya" Jawab yoga membalas pancingan tri. Berdua lalu tertawa bersama. "Bentar ya mas, saya siap siap dulu" Kata tri masuk kedalam kamar. Sama seperti dulu, saat tri mengajak nya ke waduk. Mengenakan kaos dan celana jeans. Hanya saja kaos sekarang berwarna biru gelap. Istri nya dari belakang keluar melihat suaminya berganti pakaian. "Arep nang ngendi pak? " Tanya istrinya. "Nganter mas yoga ke waduk buk, mas yoga pengen dolan mrono meneh" Jawab tri. "Yowis ati ati, ojo nyemplung meneh nggih mas" Kata istrinya kepada yoga. "Iya bu" Jawab yoga mengangguk. "Di ajak mak'em sik to pak" Kata istrinya. "Oh iyo, mas sini makan dulu" Ajak tri. "Eh nggak usah pak" Jawab yoga sungkan. "Ntar semaput lagi mas. Yuk makan dulu" Sindir tri karena yoga pinter berbohong soal sungkan. Akhirnya yoga bersedia makan. Yoga dan tri makan bersama dengan suguhan masakan istrinya. "Enak mas masakan istrinya" Puji yoga. "Iya mas, wanita desa memang harus pinter masak" Berdua makan lahap hingga kenyang. Tri berpamitan pada istrinya begitu juga yoga. Tri membawa tas punggung, nggak tahu isinya apa karena sudah di siapkan oleh istrinya. Dan terakhir tri memasukkan kotak HP yang baru saja di berikan kepada tri. Tri mengambil kantong plastik di dalam jok motornya. Lalu memasukkan ke dalam tas punggungnya. Lalu mereka berangkat menggunakan motor yoga. Setelah perjalanan mulai menjauh yoga memeluk pinggang tri dan menempelkan kepalanya di punggung. Tri menyetir dengan tangan satu., tangan kirinya memegang dan menggenggam tangan yoga. Mereka dalam buaian kerinduan dan kasih sayang. Berdua tidak menampikkan rasa satu sama lain. Berdua saling memahami dan mengerti perasaan masing masing. Menjaganya dan menghargainya. Yoga makin erat memeluk pinggang tri. Dan tri duduk semakin mundur agar dekat dengan yoga. Berdua hanya dalam diam tetapi perasaan mereka saling berkata. Hingga tak terasa mereka sudah sampai di waduk. Tri menuju kelokasi dimana mereka dulu berhenti. Tri hanya memandang keindahan waduk dengan duduk di sebuah batang kayu yang hanyut. "Bapak nggak mandi" Ucap yoga. "Nggak mas, aku ingin duduk ngobrol ngobrol sama mas saja" Ucap tri. "Kenapa pak" "Aku masih kangen sama mas, heheheh" Kata tri sambil tersenyum. Yoga lalu duduk di sampingnya. Tri menggenggam jemari yoga di antara jari jarinya yang kasar dan hitam. Berdua saling berpandangan dan tersenyum. Tri langsung menggeser duduknya dengan membelakangi yoga. Di peluknya yoga dari belakang dengan gemasnya. "Mas" Kata tri. "Ya pak" "Mas nggak kangen to? " Tanya tri. "Kangen juga pak" Tri memeluk erat membuat yoga sesak bernafas. Sore yang cerah itu membuat pemandangan yang sangat indah. Angin berhembus dengan sedikit kencang. Hawa dingin angin setelah menghempas hamparan air yang luas merasuk kedalam dekapan mereka berdua. Membuat gelombang gelombang dan ombak kecil di tepi waduk. Hanya suara desiran angin dan riak riak air membuat suasana tenang dan damai. Kehangatan pelukan mereka berdua takkan tergoyahkan. Yoga memalingkan muka kebelakang dan tri langsung menyambutnya mencium bibirnya. Berdua saling b******u dalam kemesraan dan kerinduan. Yoga membalikan badannya dan berpangku di pangkuan paha tri. Berhadapan dan saling berciuman. Hampir tiga puluh menit mereka melepaskan kerinduan dengan berciuman. Hingga waktu sudah mulai senja. Yoga mulai meraba raba d**a tri dan melepas kaosnya. Begitu juga tri melakukan hal yang sama. Berdua sudah telanjang d**a saling berpelukan dan melanjutkan dengan berciuman. Yoga mulai meraba k****l tri dan membuka kancing celananya. Lalu membungkuk menjilati p****l putingnya. "Ough... Mas" Desah tri. Yoga meneruskan hasrat dan keinginannya menyentuh semua bagian tubuh tri. Gelora nafsunya seperti yang disuka dengan mencumbu tubuh yang diinginkannya. Tangannya meraba raba perut datar keras berisi. Di cumbu lehernya dan tengkuk serta belakang telinga. "Ough...maaaas.... Ough" Tri mendesah gelejotan. Tangan mengusap usap kepala tri meraba raba punggung dengan menyingkap kain kemejanya. Tri merebahkan tubuhnya di sepanjang batang pohon yang di dudukinya. Yoga menindihnya dan terus mencumbu lehernya... Menjilatinya. "Ough... " Yoga makin b*******h setiap mendengar desahan desahan yang keluar dari mulut tri. Di ciumnya pipi dan lalu mencumbu bibirnya. Berdua saling b******u kegairahan dalam pelukan dan kehangatan. Menepis desiran angin dingin dengan desiran kehangatan kemesraan pria dewasa sedang bercinta. Tri melepas kancing kemeja yoga satu persatu dan melepaskannya. Yoga mulai bergerilya menyusuri tubuh tri. Jilatannya turun ke leher dan menjilati jakunnya. Lidah menjulur kebawah menjilati p****l p****g kecil menjulang. "Ough.... Aaaarrrghhh....maaaaas yogaaaaaa" Suara desahan tri makin menggoda hasrat. Lidah yoga menyisir belahan belahan bentuk indah di perutnya. Mengikuti garis bulu bulu tipis hingga kebawah. Tersembul bulu bulu di batas celana nya. Tertutup dan bersembunyi dibalik celana jeans dan sempaknya. Barisan atas berderet rapi memancing gelora kenikmatan. Yoga melepas kancing celana lalu membukanya. k****l tri ngaceng menekuk kebawah. Mendorong kain sempak menggunung bagai gunung menjulang tinggi. Di endus endusnya gundukan dalam sempak itu dan lalu di tarik lah kolor sempak kebawah. k****l tri menjeplak ke atas menubruk... PLAAAAK.....kontol bebas dari penjara kerinduan kenikmatan. Bebas ingin di gelora nafsu dan hasrat. Benda kesukaan diantara kesukaan pada tri. k****l dengan bentuk indah, sudah ngaceng di hadapannya. Bulu jembutnya masih lebat dan bijinya pelirnya membulat seperti buah salak. Dari pangkal batang menjulur urat urat bagai akar menahan batang bohon agar tidak tumbang. Menjalar di setiap sisi batang kontolnya. Di ujung atas batang mahkota berbentuk cendawan berwarna pink yang indah. Yoga meraba raba dan mengelus batang itu penuh rasa sayang. Lalu di ciumlah biji pelirnya serta batang dan kepala kontolnya. Yoga ulangi beberapa kali dengan rasa gemas. Lidahnya menjulur lalu menjilati biji pelir. "OOUggghhh... Ssshhhhhoooughhhhh" Desah tri kegelian. Kedua tangan tri menyangga kepalanya melihat yoga bermain dengan kontolnya. Yoga menatap mata tri yang tersenyum manis dan bahagia. Yoga mulai bergerilya dengan semangat menjilati batang k****l yang besar secara merata. Dari pangkal hingga menuju ke ujung batang. Sesampainya di ujung yoga membuka mulutnya lebar lebar. Dan cendawan besar di masukkan ke dalam mulutnya. Penuh sesak lalu di emutnya. Lidahnya menari nari membelai kulit kepala k****l. Tri memejamkan matanya menikmati desiran darah mengalir ke sekujur tubuhnya hingga ke ubun ubun. Merasakan geli dan kenikmatan akan sentuhan lidah yoga. "OOOOOUUUUUGGGGGHHHHHHSSSSSSHHHHHHHH" Tri mendesah dan menggeliat dengan perutnya naik turun di atas batang kayu. Dengan rasa senang dan bahagianya yoga menikmati k****l kesukaaannya. Berlama lama yoga berpuas mengulum dan mengemutnya hingga tri berkali kali menikmati dengan mendesah tiada henti. Tri lalu bangun dan duduk. Yoga masih mengemut kontolnya. Tangan tri meraih pinggang yoga dan mengangkatnya. Yoga berdiri dan tri membuka kancing celana dan melepaskannya. Nampak k****l yoga berukuran standard dengan bentuk normal. Ngaceng mengarah ke atas. Tri lalu mengemutnya tanpa komando. "Oughhsssshhhhhoough" Desah yoga. Tri lebih brutal mengemut dan menjilatinya. Hingga yoga merasa ngilu dan kegeliaan. Pantatnya mundur hendak mencabut kontolnya namun di tahan oleh tri. Yoga menjambak rambut tri dengan kedua tangannya. Tri semakin beringas seluruh batang kontolnya masuk di dalam mulutnya. Slrrruuuppp slrrruuuupppp suara dari mulut tri mengemut kontolnya. Beberapa menit kemudian tri berdiri lalu mencumbu bibir yoga. Berdua saling b******u dan berpelukan di pinggir waduk. Telanjang jauh dari keramaian. Senja mulai berganti warna, cahaya jingga menyinari hamparan semak semak dan juga rerumputan. Memberikan warna kuning keemasan. Begitu pula riak air bergelombang memantulkan cahayanya ke hasrat kemesraan kedua pria itu. Tri mencumbu leher yoga..... "Ough......paaaaaak" Desah yoga memeluk erat punggungnya. Tri terus mencumbu dan menjilati p****l putingnya yoga. Dadanya montok di remas remas dan juga di jilatinnya. "Ough" Desah yoga. Tangan Tri turun meremas kedua p****t yoga dan lalu meraba raba duburnya. "Ough.... " Yoga mendesah. Tri buru buru berjalan di belakang yoga lalu jongkok di belakangnya. Di sibaknya kedua p****t itu lalu di jilatnya duburnya. Yoga reflek menungging .... "Ouggggssssshhhhhhaaaaarrrgggggg.... Ough" Desah yoga melihat kebringasan tri menjilati duburnya. "OOUGGGGGGHHH" Yoga merasakan aliran darahnya mengalir cepat keseluruh tubuhnya. Hingga terasa di ubun ubun kepala membuatnya dia memejamkan matanya. Yoga merasa terbang, tubuhnya ringan dengan rasa penuh kenikmatan. Tri yang menyukai menjilat m***k sekarang lebih menyukai menjilat dubur yoga. Lidahnya menusuk nusuk liar di dubur yoga. Yoga tak kuasa berdiri lalu melepas jilatan yang tri lakukan. Dia berjalan ke tas nya mengambil sebuah botol kecil. Tri diam mengamatinya. Di buka lalu di oleskannya di k****l tri dan di duburnya. Yoga di rumah memiliki pelicin yang dia gunakan untuk mengocok k****l saat istrinya sedang datang bulan. Dia bawa pelicin itu selama tidak berhubungan dengan istrinya. Akhirnya pelicin itu dia gunakan untuk tri. Dan setelah itu yoga menungging di tanah berpegangan pada batang kayu yang tadi di dudukinya. Tri mendekat, setengah bertekuk lutut lalu mengarahkan kontolnya masuk ke dubur. "AAAARRRRGGHHHHH" teriak yoga saat k****l itu menembus dubur nya. Rasa sakit itu masih dia rasakan namun tidak sesakit pertama kalinya. "Ough maaaas.... Sempit enaaaaaaak" Desah tri. Yoga menggigit bibirnya hanya dngan desahan.... "Hmmmmmhhhmmmmhhhmmm" Tri menggenjotkan p****t maju mundur hingga yoga dorong maju dan mundur. Tri pegangan pada pinggul yoga menyodok nyodok dengan cepat. "Ough.. Oughh ough..." Desah tri berulang ulang sesuai irama dia memasukkan kontolnya. Yoga menikmatinya dalam diam sambil menahan sedikit sakit saat k****l di tarik keluar namun kenikmatan saat k****l menyodoknya hingga masuk kedalam. "Ough.... Mentokiiiiin..... Paaaaaak" Desah yoga. Tri sudah kecapaian, keringat nya bercucuran. Dia mencabut k****l nya dan menyuruh tidur terlentang di batang kayu. Tri memasukkan lagi kontolnya dan menggenjot keluar masuk. "Ough .... Yaaaaahgggghhhhhh.... Enak mas" "Iya pak.... Enak banget... Nggak sakit" Kata yoga. Dengan gaya ini yoga nggak merasakan sakit karena kedua pahanya mengangkang dan di pegangin oleh tri. "Ouuugghhhnmmmmmmmmoougggggmmmmm" Tri mendesah lalu membungkuk mencumbu bibir yoga. Karena kakinya di lepas oleh tri, yoga menyilangkannya di atas punggungnya. Tri menggenjot terus tanpa berhenti bahkan semakin cepat. Hingga beberapa saat kemudian tri mengerang.... "Ough maaaaaaas, aku mau keluar" Teriak tri bangun dan mencabut kontolnya. Di kocok kocok kontolnya lalu..... "CROOOOT.... CROOOOOT..... CROOOOT" Pejuh tri memuncrat jauh hingga mengenai wajah yoga, d**a dan perutnya. Pejuh itu kental dan banyak. Ada pejuh mengenai mulut yoga saat mulutnya terbuka. Pejuh itu di telannya. Rasanya asin dan gurih dengan aroma anyir khas pejuh. Yoga menjilatin sisa sisa pejuh di sekitar mulutnya dan menelannya. "Mas telan? " Kata tri melongo. "Hehehe iya pak, enak" Kata yoga. Tri mengusap pejuhnya di d**a dan perut yoga. Lalu mengoleskannya di k****l yoga. "Gantian mas! " Kata tri. Yoga bangun dan tri terlentang di batang kayu menggantikan tempatnya. Tri mengoleskan sisa sisa pejuh di tangan nya ke lobang duburnya. Yoga menunggu lalu... Yoga langsung mengarahkan kontolnya ke dubur dan blesssshhhhaaaaargh. "Ough.. Mas.... Enaaaaak" Desah tri. Yoga mulai menggenjot karena licinnya pejuh sudah membuatnya mudah untuk keluar masuk. "Terus maaaaas.... Oooooouuuuggghhhh" Dan yoga mempercepat goyangannya. Senja sudah hampir berlalu....warna jingga menghilang berubah kelam... Sayup sayup terdengar suara adzan. Yoga mempercepat goyangannya. Dia membungkuk dan mencumbu bibir. Tri memeluk erat hingga yoga sudah mendekati puncak kenikmatan. Yoga melepas cumbuan bibirnya. "Ooooouggghh pak, yoga mau keluar paaaaak" "Ya maaaas. Pejuhin tri ya mas.... Mentokin" Kata tri. Yoga mendorong mentok kontolnya dan pejuh menyembur di dalam dubur. Menyemprotkan kehangatan dan kepuasan. Tri memeluk yoga lalu berbisik ditelinganya. "Pejuhmu anget mas, tri sayang sama mas yoga" Lalu mencium pipi yoga. "Terimkasih pak, yoga juga sayang" Lalu berdua berciuman mesra dengan k****l yoga masih tertancap di dubur. Tri melepas ciumannya dan mendorong yoga untuk melepas kontolnya. "Mandi yuk.... " Ajak tri menggandeng tangan yoga lalu menceburkan diri di tepi waduk. Yoga dan tri menceburkan diri dan menyelam. Tri lebih agresif dengan memeluk dan merangkul yoga. Bercanda kadang berciuman. Yoga menyudahi mandinya lalu menepi dan duduk di batang kayu. Tri mengikutinya lalu mengambil handuk di dalam tas. Begitu sayangnya tri kepada yoga dengan mengelap kering tubuh yoga dengan handuknya. Setelah itu gantian dia sendiri mengeringkan diri. Yoga berdiri mengambil HP di tas. "Pak, boleh nggak saya foto bapak" "Buat kenang kenangan" Kata yoga. "Ya mas" Kata tri. Yoga langsung mengambil moment tri sedang mengeringkan diri dengan handuk. Berdiri telanjang dan beberapa kali dia ambil moment yang pas. "Mas duduk di kayu itu mas" Perintah yoga. Setelah yoga mengambil beberapa foto dengan pose yang berbeda beda. Mereka pun foto berdua. Yoga menyuruh tri untuk duduk di sampan. Dan yoga mengambil foto dirinya di atas sampan pula. "Pak, kita ke karamba yuk" Pinta yoga. "Ayok" Kata tri semangat. Tri mengambil tas ranselnya lalu menaruhnya di sampan. Yoga naik duluan dan di susul oleh tri. Yoga yang masih memegang HP nya mengambil beberapa foto. Sesampainya di bagan mereka pun naik. Yoga duduk di tengah tengah ke karamba sedang kan tri mengikat sampan di bambu penyangga. Setelah itu mendekati yoga dan duduk di belakangnya. Memeluk yoga penuh kehangatan dan kemesraan. Tangannya merangkul di pinggang dan yoga menggenggam jemari tangannya. Langit mulai gelap dan bintang mulai bertaburan. Hanya terdengar suara riak riak air dan hembusan angin di tengah waduk. Tri dan yoga saling diam. Menikmati kenyaman dan keindahan malam. Yoga bersender di d**a tri dan kaki nya selonjoran. Pinggangnya di tutup dengan handuk yang tri bawa. "Mas" Ucap tri. "Ya pak" Yoga mendongkak menatap nya. "Piye yo mas" Lirih tri mau berkata apa. "Maksudnya apa ya pak" Yoga tidak tahu kata piye dan nggak paham. "Eh... Gini mas, bingung mau ngomong apa" Tri salah tingkah. Yoga diam juga bingung mau menjawab apa. "Mas" Tri berucap lagi. "Iya pak" Tri memeluknya erat dan mencium kepala yoga. Sebuah ungkapan yang tidak bisa di utarakan. Rasa sayang tri kepada yoga. Yoga membalas dengan menggenggam erat tangannya. Berdua sama sama saling menyayangi tetapi bingung untuk mengungkapkan dengan kata kata. Mereka berdua kembali dalam diam. Suatu kebetulan atau kah kemesraan mereka di setujui oleh alam. Dari ufuk timur muncul lah bulan bersinar. Bulat hampir purnama. Menyinari bayang bayang mereka di kegelapan malam. Sinar bulan terpantul oleh riak riak air berkilau bagai permata. Yoga mengambil HP nya dan mengambil foto dan juga video. Dan yoga ingin mengambil foto tri duduk di tepi keramba dengan berbagai gaya. Karena kualitas gambar tidak bagus yoga menggunakan bantuan flash light. Dari kejauhan di tepi waduk. Terlihat kilatan cahaya kelap kelip setiap yoga memfoto tri. "Mas, tiduran di sini" Pintanya ke tri untuk rebahan di tengah keramba dengan berbantal tas punggungnya. Lalu yoga mengambil foto berulang ulang kali. Setelah itu yoga menindihnya, memeluknya dan lalu mencium bibirnya. Tri mendekap tubuh yoga dan berdua hanyut dalam kemesraan. Terombang ambing di atas keramba mengikuti riak gelombang air waduk. Sinar bulan menyinari tubuh mereka dengan lembut dan hangat. Yoga dan tri kembali dalam kegairahan, hasrat menjalari keduanya. Tubuh saling bergesek gesekan. Tangan saling meraba raba. Berlama lama yoga maupun tri saling berciuman. Hingga yoga seketika mengucapkan sebuah kata.... "Pak, aku mencintaimu" Ucap yoga sambil menatap wajah tri yang di bawahnya. Sinar rembulan semakin terang menyinari wajah tri yang menawan. Tersenyum bahagia tri memegang wajah yoga yang malu tersembunyi dari bayang bayang sinar rembulan. "Aku juga mencintaimu mas" Wajah yoga bercahaya menandingi sinar rembulan. Senyumnya manis, dan menawan. "Mas yoga ganteng juga baik orangnya" Tri merayu yoga membuat yoga semakin terpesona. Yoga kembali mencium bibirnya tri. Berdua saling mencumbu kemesraannya. Semakin kuat perasaan mereka dan semakin b*******h hasratnya. Kegairahan dan kehasratan alami membakar hingga kehangatan dan kenyamanan semakin memuncak. "" Ough maaaas....aku mau croooot" Bisik tri. Yoga langsung bangun dan memegang kontolnya. Lalu mengemut sambil mengocok batangnya. "Oooouggghhhhmmmmaaaassss" Pejuh tri menyembur mulut yoga dan yoga langsung menelannya tanpa rasa jijik. Rasa cintanya membuat dia rela melakukannya dan benar benar menikmatinya. "Oughhh.... Enak maaaas" Kata tri. Yoga masih mengemut dan menjilat habis sisa sisa pejuh. Tri langsung bangun dan mencium bibir yoga. Merenggut sisa pejuh di mulutnya di mulut yoga. Tri mendorong yoga hingga terlentang di bawahnya. Tri menggesek gesekan kontolnya. Lama kemudian tri bangun untuk mengemut dan mengocok batang k****l yoga. Yoga meminta tri memutar badannya. Untuk mengarahkan k****l di atas mukanya. Yoga meremas remas k****l itu dan sambil mengemut nya. Walau k****l tri tidak ngaceng namun cukup besar di dalam mulutnya. Yoga menyukainya dan menikmatinya. Tak lama kemudian yoga sudah merasakan akan datangnya klimaks. "Ougggh paaaak..... Aku mau keluar" Desah nya. Lalu melanjutkan mengemut k****l tri. "Aarrrgghhhhhhh" Yoga sudah tidak tahan menahan hasratnya hingga lepaslah semua apa yang di rasakan. Kenikmatan dan kehangatan serta kasih sayangnya. Menyemburkan semua nya kedalam mulut. Tri menerima penuh kerelaan dan kasih sayangnya pada yoga. Hingga di telan dan sedot habis tanpa sisa. Yoga kelojotan setiap lidah tri menyapu bersih pejuh di kepala kontolnya. Tri bangun dan berbalik menindihnya berhadapan wajah dengan yoga. "Enak mas, gurih" Ucap tri. Yoga tersenyum dan di balas senyum olehnya. Lalu mereka berciuman dengan rasa puas kenikmatan serta penuh sayang dan cinta. Bulan sudah semakin tinggi berada di garis lintangnya. Bentuknya bulat penuh menandakan bulan sedang purnama. Sinarnya terang menerangi alam sekitar. Kedua tubuh pria telanjang saling bermesraan di sinarinya dengan lembut. Tri menjatuhkan diri rebahan di samping yoga. Kedua tangan bergandengan, kedua nya menatap langit gelap bertabur bintang dan bulan bersinar. Berdua dalam diam hanya kedua tangan bergenggaman dengan jari jari bergerak saling meraba. Yoga meraih HP nya dan memutar lagu nya judika berjudul cinta karena cinta. Berdua mendengar kan penuh arti makna liriknya. Aku hanyalah manusia biasa Bisa merasakan sakit dan bahagia Izinkan kubicara Agar kau juga dapat mengerti Kamu yang buat hatiku bergetar Rasa yang telah kulupa rasakan Tanpa tahu mengapa Yang ku tahu inilah cinta Cinta karena cinta Tak perlu kau tanyakan Tanpa alasan cinta datang dan bertahta Cinta karena cinta Jangan tanyakan mengapa Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara..... Begitulah liriknya membuat kedua pria saling bertatapan dan saling tersenyum. "Lagune cocok yo mas" Kata tri. "Iya pak, tak tahu mengapa kok ada rasa bahagia" Jawab yoga. "Iya mas, sama" Lirih tri meremas jemari yoga. Mereka terhanyut lagi lagu lagu yang judika nyanyikan. Membuat asmara kedua pria semakin bertambah menyatu alam yang indah. "Mas, yuk pulang. Dah malam" Ajak tri. Yoga bangun dan naik sampan lalu duduk dan mengambil foto karamba dan tri saat akan naik ke sampan. Sinar flash kamera beberapa kali berkilau. Cekrek cekrek .... Sampan mulai menepi dan yoga segera turun menyimpan HP nya lalu mandi membersihkan tubuh di tepian danau. Tri menyusulnya setelah mengikat sampan di tiang bambu. Yoga dan tri bergegas mengenakan pakaiannya dan beranjak pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan pulang yoga memeluknya dan hanya diam. Begitu juga tri mengendarai dengan satu tangan dan tangannya menggenggam tangan yoga. Sampailah mereka di rumah dan segera masuk. Ruang depan ada seorang anak laki-laki sedang tidur di depan televisi. Yoga duduk di kursi menonton acara televisi. Tri masuk kamar lalu keluar membawa bantal dan selimut. "Kita tidur di sini aja ya mas, maaf tempatnya kayak gini" Ujar tri. "Nggak apa apa pak" Jawab yoga. Tri menemani yoga duduk di kursi sambil merokok. "Itu anak bapak?" Tanya yoga. "Iya mas, agus namanya. Anak kedua" "Yang satunya cewek tidur di kamarnya sendiri" Jawab tri. "Oh" Ucap yoga. Tri meraih tas ranselnya lalu mengambil kantong plastik. Di tunjukkan kepada yoga... "Ini koas bercak darah dulu mas, aku masih simpan" Ujar tri. "Kok nggak di cuci pak?" Tanya yoga. "Nggak mas, kenang kenangan" Ucap tri tersenyum lalu memasukkan kantong plastik itu ke jok motornya lagi. Malam itu berdua lalu mengobrol sebentar. Yoga sudah mengantuk dan tidur di samping agus. Dan tri menyusul tidur di sebelahnya. Tri memeluknya dan yoga merasa nggak enak.. "Pak nanti ketauan istri loh" Bisiknya. "Nggak apa apa mas, dah biasa aku tidur sambil meluk kok" Lirih tri di telinga yoga lalu mencium pipinya. Yoga senang senang aja tidur di peluknya dan diam tak menghiraukannya. Mereka tidur pulas hingga terbangun sedikit kesiangan. Yang lain sudah bangun melalukan aktivitas masing masing. Agus pergi bersama teman temannya dan kakaknya membantu ibunya di dapur. Yoga bangun dengan masih di peluk oleh tri. (Ah semoga tidak ada yang aneh aneh dan biasa aja) batin yoga. Dia lalu bangun ingin kencing ke kamar mandi. Dia bertemu dengan istrinya tri. "Permisi bu, numpang kamar mandi" Kata yoga sopan. "Njih mas, monggo" Jawabnya tersenyum ramah. Begitu juga ada seorang gadis anaknya tersenyum ramah dan malu. Yoga sekalian mencuci muka setelah kencing. Lalu kembali ke ruang tamu dan duduk memainkan HP nya. Anak gadis tri keluar membawa nampan kopi dua gelas dan sepiring goorengan. "Monggo mas, di unjuk kopinya" Kata gadis itu. "makasih dek" Kata yoga. Tak lama kemudian tri bangun dan langsung ke kamar mandi . Setelah itu dia duduk menemani yoga yang masih santai bermain dengan HP nya. "Mana HP nya pak, saya ajarin" Kata yoga. Tri meraih tas punggungnya yang tergeletak di kursi sebelahnya. Yoga lalu mendekat dan duduk disampingnya. Membuka dan mengeluarkan HP dari box dan lalu menyalakannya. Dia meregistrasikan nomor ke aplikasi WA dan lalu mengetesnya. Yoga memberikan arahan jika ingin mengobrol chat, voice call dan video call. Tri lalu mengetes nya dan tersenyum bahagia. "Terimakasih mas" Ucap tri. "Sama sama pak" Jawab yoga. Tri merangkul pundaknya hendak ingin menciumnya tetapi yoga menepisnya karena resiko ketahuan istrinya. Berdua asyik mengobrol lalu istrinya datang menghampiri. Menyuruh suaminya untuk mengajak sarapan tamunya. "Ayo mas, sarapan dulu" Ajak tri. Yoga dan tri hanya makan berdua. "Yang lain nggak sekalian sarapan bareng pak?" Tanya yoga. "Mereka makan nanti mas, setelah tamu selesai makan" Jawab tri. "Oh gitu" Ucap yoga. Mereka selesai makan dan lalu kembali ke ruang tamu. Tri menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya dalam dalam. "Mas, saya mau ke sawah. Mau ikut?" Ajak tri. "Boleh pak, nanti sekalian saya pulang ya" Kata yoga. "Ya mas". Berdua dalam diam beberapa waktu karena tri menikmati rokoknya. Sekali kali saling pandang dan saling senyum. Terutama tri yang selalu memandang yoga dalam diamnya. Setelah batang rokok sudah hampir habis, tri berdiri mematikan rokoknya lalu masuk ke dalam kamar. Lalu keluar mencari istrinya dan kembali menemui yoga. " Mari mas berangkat" Suara tri kencang. Dan istrinya buru buru jalan keluar menemui mereka. "Bu, saya sekalian pamit ya. Terimakasih banyak" Ucap yoga. "Sami sami mas, maturnuwun sampun mampir" Jawabnya ramah. Yoga bersalaman lalu keluar menyusul tri yang sudah naik motor buntutnya. Berdua lalu berjalan menuju sawah dimana dulu yoga kehabisan bensin dan di tolong olehnya. Sesampai nya di lokasi berdua langsung turun ke sawah. Berjalan melewati pematang menuju ke sebuah gubuk di tengah sawah. Yoga beberapa kali kepleset dab sepatunya penuh lumpur. Tapi nggak membuat yoga kecil hati justru senang dengan petualang alam seperti ini. Tri sampai di gubuk terlebih dahulu. Dengan santai duduk dan menyalakan batang rokoknya. Yoga menyusul dan terhuyung hampir ke pleset. Tri siaga dengan memegangi lengannya. "Hati hati mas" Ucap tri. "Iya pak" Jawab yoga lalu duduk di sebelah tri. Yoga terlalu dekat duduknya bahu dan pahanya nempel dengan bahu dan paha tri. Tri mencium pipi yoga.... "Hmmmmmm.... Gemes aku mas ma sampean! " Ucap tri. Yoga hanya tersenyum senyum saja sambil melepas sepatunya. Selesai melepas sepatu tak sengaja tangan yoga bertumpu di atas k****l tri saat hendak duduk. Sekalian saja yoga meraba raba k****l dibalik celana kolor itu. Lalu mengintipnya. Tri hanya diam membiarkannya dan tersenyum melihat tingkah yoga. Yoga meremas remas k****l kebanggannya. k****l yang di sukainya lalu di emut dan di lumat. "Ssshhhhhaaaarrrrggggggghhhh" Desah tri bersamaan menghembuskan asap rokoknya. Tri menikmati isapan rokok sekaligus isapan mulut yoga penuh dengan kontolnya yang sudah ngaceng. Tri mulai meraba raba yoga dan melepas kancing bajunya. Dan yoga meneruskannya dengan melepas kemeja dan celana panjangnya. Berdua sama sama telanjang di gubuk tengah sawah dengan sinar matahari yang cerah. Angin semilir melalui sela sela gubuk yang tertutup anyaman bambu. Kicau burung yang berterbangan mencuri padi yang sudah mulai menua. Hamparan kuning daun padi yang memantulkan sinar matahari yang terang. Yoga mencium bibir dan tri membalasnya. Penuh hasrat dan sayangnya membuat kedua pria itu semakin dalam menikmati gairah. Yoga lalu berdiri dan mengarahkan k****l untuk di emut. Tri membuka mulutnya dan langsung melumatnya. "Ough... Sshhhhaaargghhhh... Ough" Desah yoga. Tangan tri merremas remas p****t dan jemarinya mengusap dubur yoga. Yoga semakin menggelinjang dengan menggoyang goyang pantatnya. Hingga yoga mulai merasa geli di kontolnya. Lalu memutar badannya dan menungging di atas tri. Yoga mengemut k****l tri dan tri mengemut k****l yoga. Dengan posisi 69 berdua bermain hasrat kenikmatan. "Hmmmmaaaarrggghhsssshhhmmmmmmm" Desah kedua pria mabok gairah. Puas ngemut k****l yoga dengan lidah panjang dan ujung lancipnya tri menjilati lobang dubur. "Ough.... " Erang yoga menengok ke belakang. "Oughhhh paaaaak..... Ssshhhhhaaaaaaarrrggghhhhhnaaaak paaaak" Yoga mendesah. Yoga kembali mengemut k****l besar dalam genggamannya. Menjilat jilat nafsunya mulai terbakar. Yoga pun mulai mengimbangi jilatan lidah di dubur tri. Berdua saling menjilat dubur masing masing. Kegairahan makin membara dan saling meluapkan keganasan nafsunya. "Hmmmmrrrrghhhhhhmmmmmrrrgggghhhhhh" Desahan demi desahan. Yoga bangun dan berdiri mengambil pelicin lalu berpegang pada tiang bambu gubuk. Tri berdiri membelakanginya dengan berjongkok. Kemudian menjilati lagi dubur hingga basah. Tri berdiri dan yoga menghadapinya lalu b******u bibir dengan mesra. Yoga mengoleskan pelicin di kontolnya tri dan lalu mengangkat satu kaki. Tri memegangi paha kaki yoga yang terangkat. Yoga memegang k****l tri dan mengarahkannya ke lobang dubur. Kedua bibir saling menyatu dan melumat. Lidah beradu dengan lidah dan saling menyedotnya. Tri mengangkat satu lagi kakinya yoga hingga yoga berada di gendongannya. Kaki yoga menyilang di pinggang mengait erat. Tri sedikit bertekuk lututnya lalu memasukkan k****l kedalam dubur. AAAARRRGGGGHHHH.... SHHHIIIIIT" teriak yoga. "Kenapa mas" Ucap tri lirih. "Ough.... Mentok yaaaankkk.... Enaaaak" Ucap yoga memeluk erat leher dan lalu mencium bibirnya. Tri menyodok nyodok kontolnya hingga yoga mendengus. "Uh.. Uuh... Uh.. Uh" Dalam lamutan bibirnya. k****l tri masuk sampai pangkal menyodok keatas. Tri mengangkat kedua p****t yoga dengan kedua tangan lalu memompanya naik turun. Yoga melepas ciumannya lalu mendesah. "" Ough..... Ssshhhhaaaarrgghhh" "Enak paaak, mentooooook.... Uuuugghhhh" Peluk erat yoga. Keringat mengucur di dahi, leher dan d**a tri. Yoga makin b*******h mencumbu leher yang basah oleh keringat. Tri menengadah keatas mendesah... "Oughhh maassss.... Enak maaaas... Jepitannya.... Ouggghhhaaaarrgggggghhhhhhh" Mendengar desahan tri yoga langsung mencumbu bibirnya. Tri kelelahan lalu menurunkan yoga. "Hoooo.. Hoooo... Hoooo... " Nafas tri yang ngosan ngosan mengusap keringat di dahinya. Yoga memutar tubuh tri lalu menjilati duburnya. Tri menungging sedikit lalu merasakan sensasi nikmat menjalar ke seluruh tubuhnya. "Ooooouuuggghhhhh maaaass.... Enaaaaaak" . Setelah membasahi dan merelaksasi dubur tri yoga mengoles kontolnya dengan pelicin. Lalu di arahkan ke lobang dubur dan "Ough.. Mas.... Terus maaaaas. Enaaaaaak.... Mentokin" Desah tri. Yoga langsung memainkan peran dengan menyodok keluar masuk kontolnya. p****t tri yang keras menimbulkan bunyi plak plak saat beradu dengan pinggang yoga. "Ough.ough.ough.ougg.. Ssshhhaaaarrgggggggteruuuuuusmaaas" Tri membungkuk makin lama makin menunduk dan nungging di lantai gubuk. Bunyi derak bambu yang longgar dari ikatan memberikan irama saat yoga bergoyang. Di sertai suara hembusan angin, desahan demi desahan dan kicau burung berterbangan di antara tangkai padi. "Paaaak, ough ough..... Ssshhhhhhhh" Desah yoga. "Oooohhhh ya maasss" "Bentar lagiiiiii..... Ssshhhooouugghhh" Tri langsung  mencium bibir yoga. Pantatnya tak berhenti naik turun dengan cepat. "AGHAGHAGHAGGHAGH... " bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN