bc

Suami Rahasia

book_age18+
211
IKUTI
4.4K
BACA
HE
arranged marriage
heir/heiress
blue collar
lighthearted
childhood crush
like
intro-logo
Uraian

Siapa yang tidak mengenal Miss D?Gadis cantik, indentik dengan memakai celana jeans sobek-sobek di bagian kedua kakinya. Sehari sebelum hari pernikahan, Miss D pergi menuju tempat balapan motornya. Malam ini ia akan mengikuti rally motor untuk memperebutkan hadiah berupa uang.Namun sebelum mengikuti rally, Miss D sesumbar mengatakan jika menang, ia akan memberikan hadiah tersebut kepada semua sahabatnya. Dan jika dirinya kalah, ia akan mencium siap saja yang akan menjadi juara satu."Sekarang Lo kalah sama Si Zaid.""Ok, gue cium dia."Ciuman mendarat di pipi seorang lelaki tampan yang ternyata lebih muda dari Dira dua tahun, siapa sangka lelaki itu menjadi calon suaminya yang sengaja dijodohkan oleh Sang Mama."Jadi, gadis itu yang pernah cium aku."Lalu pernikahan terjadi, namun Miss D yang mempunyai nama Dira tersebut merahasiakan suami barunya kepada orang lain.Cover by: Saa_design

chap-preview
Pratinjau gratis
Kecupan Miss D
Happy reading. [Ra, semua sudah nunggu Lo disini. Lo kapan datang, semua sudah nungguin lo, Cepet datang] "Sabar, gue harus harus lihat dulu situasi disini. Lo lupa, besok gue mana mau nikah sama Raja." Klik. Yap, Anandira Putri Mahendra menutup panggilan telepon dari sahabatnya yang saat ini sedang berada di arena balap motor. Malam ini Dira atau biasa mereka memanggilnya Miss D akan mengikuti balap motor liar, acara yang rutin dilakukan setiap dua bulan sekali itu memperebutkan hadiah uang 40 juta. Harga fantastis bagi pembalap seperti Dira, bukan karena ia tidak mempunyai uang di dalam dompetnya. Dira hanya ingin mempunyai penghasilan hasil dari keringatnya sendiri yaitu balap motor liar. "Argh, ini gue harus apa? Tiga jam lagi lomba mau dimulai, sedangkan gue belum sama sekali keluar." gerutu Dira dalam hatinya. Dira memutar otaknya untuk mencari ide, ia sejak tadi bolak balik kanan lalu ke kiri begitu seterusnya hingga akhirnya di otak cantiknya ada ide yang membuatnya bisa keluar dari kamarnya. "Gue harus ikut lomba itu, persetan dengan pernikahan besok. Gue harus dapat uang itu, lumayan kan buat tambahan tabungan," ucap Dira cepat. Tepat pukul 11.00 malam, seperti biasa Dira akan berganti pakaian berbeda. Jika saat dirumah ia akan memakai celana panjang sopan karena Sang Ayah tidak menyukai pakaian pendek, sekarang ia akan memakai celana jeans dengan sobek-sobek di bagian kanan kirinya, lalu ia memakai kaos putih dengan jaket untuk menutup tubuh langsingnya. Dira pun tidak lupa memakai masker dan topi agar bisa mengelabui mereka semua. "Yes, ada beberapa orang akan keluar dari dapur menuju halaman rumah. Gue harus ikutin mereka agar tidak ada yang mengenal aku." Dira berjalan perlahan mengikuti beberapa pelayan yang malam ini sedang merapikan peralatan pesta untuk dipakai besok pagi, memang rumah Dira sedang ramai berdatangan untuk acara besok pagi. "Alhamdulillah, gue bebas. Saatnya gue meluncur," Dira bergegas menuju arena balap motor yang memang sebentar lagi akan dimulai. Satu setengah jam kemudian, Dira telah sampai di area yang menurutnya cukup luas untuk balap motor liar. Dira berjalan seperti layaknya seorang laki-laki kuat. "Huh, itu Miss D. Yang cantiknya luar dalam," gumam salah satu penonton balap motor. "Bener, dia enggak cocok main balapan gini. Cocoknya jadi sekertaris CEO," jawab penonton yang lainnya. "Ehm, menghayal kalian terlalu tinggi. Dira itu cantiknya seperti bidadari dari langit yang jatuh ke bumi." "Bener, bidadari dari kahyangan. Cantiknya beneran." Begitulah para kaum Adam mengomentari Miss D, mereka selalu menunggu setiap perlombaan yang akan diikuti oleh Dira. "Ra, sini!" panggil Aulia sahabat Dira. Dira menghela nafas panjang, akhirnya ia bisa datang ke arena ini tepat waktu. Bahkan ia bisa melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum pertandingan di mulai. "Ra, Lo harus menang. Pokoknya gue enggak mau tahu, semua disini sudah taruhan buat Lo. Jadi jangan kecewakan kita," "Oh, jelas. Siapa yang akan lawan gue, pasti semua akan kalah," "Seperti biasa, tapi ada satu pembalap dari Bogor yang terkenal gesit. Sepertinya lo bakal kalah sama dia," Dira menatap tajam wajah sahabatnya, bukan mendoakan dirinya sebagai sahabatnya. Aulia bahkan membuat dirinya kalah sebelum berperang. "Siapa namanya tadi, gue lupa." "Zaid." Dira tidak peduli siapa nama pembalap dari Bogor yang akan menjadi saingannya sekarang, yang ada dipikirannya hanya hadiah sebesar 40 juta rupiah. "Gue pasti menang, kali ini hadiahnya akan gue bagi buat Lo sama yang lain." Aulia terdiam, ia bukan tidak percaya dengan Dira saat ini. Namun setelah ia melihat perjalanan yang Zaid lakukan selama ini, Aulia yakin perlombaan malam ini akan menjadi kemenangan Zaid. "Yakin? Kalau misalnya nggak menang bagaimana?" tanya Aulia. Dira menatap tajam wajah sahabatnya sekali lagi, benar-benar Aulia ingin ia pukul agar tidak meremehkan dirinya. Bisa-bisanya Aulia meragukan keahlian dirinya sebagai pembalap motor liar selama ini. "Gue yakin banget akan menang, kalaupun kalah gue akan cium Zaid di depan semua orang." Baru akan berbicara lagi, panggilan dari pembawa acara terdengar di telinga Dira. Ia lalu bergegas menuju tempat dimana motornya sudah menunggu dirinya sejak tadi. "Ok, semangat Miss D. Jangan sampai Lo kalah sama Zaid itu," ucap Aulia memberikan semangat. "Ehm, baru support gue sekarang. Dr tadi kemana aja," Dira berjalan menuju motor yang biasa ia pakai, sebelumnya memang Dira mengatakan akan ikut tanding malam ini. Maka dari itu, ia menyuruh mekanik kepercayaannya untuk menyetel ulang motor balapnya. Menatap wajah Zaid dari jarak 15 meter, Dira tiba-tiba saja terpesona dengan kedua matanya. Berwarna coklat terang, entah lelaki itu memakai soft lens atau tidak, Dira hampir saja jatuh hati hanya karena karena melihat matanya saja. "Sialan, kenapa mata itu buat gue terpesona." Pembawa acara memberikan aba-aba kepada semua peserta, dengan menghitung mundur dan setelah bendera berwarna merah jatuh ke tanah. Mereka boleh menjalankan motornya dengan kecepatan rata-rata. "Are you ready?" "Tiga, dua, satu..." Dan 15 pembalap motor liar telah jauh melesat, keseluruhannya mencari celah agar paling terdepan. Tidak bedanya dengan Dira, ia semakin terdepan di semuanya. "Empat putaran lagi, ayo gue pasti menang." Dira pun melesat sempurna, meninggalnya yang lainnya. Namun ketika ketiga berlangsung, Zaid pembalap dari Bogor melesat cepat sampai di samping Dira. Mereka berdua seperti pasangan yang sedang berkejar-kejaran di tanah lapang. "Duh, si Dira kenapa bisa di terobos sama si Zaid." Aulia begitu geram dengan pertandingan ini, namun ia tetap berdoa agar sahabatnya menang dan tentu saja. Aulia akan mendapatkan hadiah dari kemenangan Dira "Ayo Miss D, kalahkan Si Zaid." Teriakan Aulia membuat penonton yang memang sangat menyukai Miss D, seketika itu berteriak kencang memanggil nama Miss D. "Ayo Miss D, menangkan 40 juta." "Semangat Miss D cantik, kamu pasti bisa." Begitulah sebagian suporter Miss D alias Dira, semua begitu antusias untuk balap motor kali ini. Mereka begitu antusias untuk memberikan support untuk Miss D. "Nggak yakin menang, Si Zaid itu keren banget." Dan setelah putaran ke empat dimulai, semakin dekat dengan putaran terakhir. Dira kehilangan keseimbangan, ia merasakan kepalanya pusing. "Jangan sekarang sakitnya, gue nggak mau kalah." Begitulah doa yang diucapkan oleh Dira, namun takdir berkata lain. Di putaran kelima dengan cepat Zet menerobos dan mendahului Dira sebagai urutan pertama. Dan gerbang akhir yang hanya berjarak 500 meter lagi seperti Dira rasakan begitu jauh, hingga akhirnya Zaid yang memenangkan pertandingan kali ini. "s**t, gue kalah." "Huh, Miss D kalah." "Ya, enggak jadi makan-makan dung ini." Aulia yang berlari mendekati Dira yang terduduk lemas, ia bukan bersedih dengan kekalahan sahabatnya. Tapi, ia tahu apa yang dirasakan Dira saat ini. "Ra, are you ok?" tanya Aulia. "Nggak apa-apa, gue sudah mendingan." Aulia bukannya tidak tahu akan penyakit yang diderita oleh Dira, namun ia hanya diam saja sesuai apa yang dipesankan oleh Dira sendiri. Selain Aulia, tidak ada yang tahu penyakit Dira. Bahkan seluruh keluarga Dira tofan mengetahui perihal penyakit yang Dira derita. "So, sekarang bagaimana? Lanjut cium si Zaid atau?" "Tenang, gue datangi dia sekarang. Lo lihat aja," Dira berjalan menuju tempat dimana sosok lelaki yang saat ini telah menang dalam pertandingan balap malam ini, sebagai seorang wanita Dira akan tetap menjunjung tinggi apa yang sudah di ucapkan dirinya kepada orang lain. "Bismillah, semoga gue nggak kena gaplok." Cup.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Revenge

read
35.6K
bc

Beautiful Pain

read
13.7K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.2K
bc

MY LITTLE BRIDE (Rahasia Istri Pengganti)

read
19.3K
bc

Oh, My Boss

read
387.0K
bc

Penghangat Ranjang Tuan CEO

read
34.0K
bc

Hati Yang Tersakiti

read
6.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook