Disinilah mereka saat ini. Duduk berhadapan di ruang tunggu pasien yang memang khusus di peruntukan untuk para pengunjung. "Sayang...ayo...bicaralah...!!" Pinta Ares pada Danisa yang masih diam saja sejak mereka datang dan duduk bersama. Mendengar ucapan Ares, Danisa pun mendongakan wajahnya sembari menatap lekat wajah sang suami. Seakan mengisyaratkan apakah semua akan baik-baik saja. Seakan mengerti dengan apa yang saat ini dipikirkan oleh Danisa, Ares pun menggenggam erat tangan Danisa kemudian mengangguk memberi keyakinan jika semuanya akan baik-baik saja. Danisa kemudian menoleh ke arah Akbar yang sejak tadi terlihat was-was. Menunggu kesediaan seorang wanita yang dulu pernah Ia hancurkan hingga berkeping-keping, untuk bicara padanya. "Terimakasih...sudah... mau...menyelamatkan A

