Mendengar ucapan Alif, Ares pun mendongakkan wajahnya, dan menatap Akbar yang terlihat bersedih. Ares bisa merasakan bagaimana perasaan Akbar saat ini. Ia tahu, meskipun dulu Akbar melakukan kesalahan fatal, namun kali ini Ares bisa melihat rasa penyesalan dimata pria yang dulu adalah muridnya itu. Akhirnya Ares memutar otak bagaimana caranya agar Alif mau di gendong oleh Akbar. Setidaknya, Akbar bisa melepas rindu pada Alif. "Sayang...sepertinya Om itu ingat sama anaknya. Umurnya sama seperti Alif. Mmm...maukah Alif bantu menyembuhkan rasa rindunya itu??" "Aka bisa Yah??" Tanya Alif dengan mata bulat menatap wajah Akbar dan Ares bergantian. "Bisa dong sayang...!" Ucap Ares meyakinkan Alif. "Ya sudah... Ayo Om...gendong Alif aja...biar rindunya bisa terobati." Akbar benar-benar se

