Entah sudah berapa lama Lucas terbaring di lantai ruangannya yang dingin. Yang pasti saat ia membuka mata, keadaan ruangan sudah terang benderang. Bukan hanya karena sinar lampu yang memang tidak pernah dipadamkan, tetapi juga karena sinar matahari yang sudah semakin meninggi. Lucas bangun perlahan, mengerjap dan menggeleng kuat beberapa kali mengusir pusing yang masih saja melekat di kepalanya. Lucas nekat berdiri, berpegangan pada sisi meja untuk menopang berat tubuhnya. Ia berhasil. Sekali lagi menggeleng sebelum melangkah tertatih menuju sofa. Lucas mengempaskan b****g di sofa dengan kuat. Ia tidak perlu takut merasa kesakitan, keempukan sofa sudah terjamin. Tangannya terangkat memijit pelipis, selain pusing kepalanya juga berdenyut. Lucas menyandarkan punggung, mendongak dan memejam

