Pahlawan

1444 Kata

“Jadi bagaimana? Apa dia sudah pergi?” tanya Reihan pada Jya. Jya bernapas lega dan menganggukkan kepala. Ekspresi yang tadinya angkuh dan kaku berganti menjadi ekspresi lega terlepas dari ketakutan. “Saya tidak tau lagi harus berkata apa, tapi benar saya merasa tidak aman. Apakah ini wajar? Beruntung tadi Anhe ikut masuk ke ruangan menemani saya,” ucap Jya dengan wajah lega menoleh menatap Anhe yang kini berdiri memandangi Jya sambil tersenyum. Jya memberikan sebuah isyarat dari gerak mulutnya. “Terimakasih” kepada Anhe yang masih memperhatikannya. Anhe tersenyum dan memberikan anggukan kepala sebagai tanda bahwa ia merasa tidak masalah karena sudah membantu Jya. “Jeyana…?!” panggil Reihan dari ponsel yang masih menghadap langsung kepada Jya. “Ya…?” sahut Jya merespon dan menatap R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN