Gernal tidak bergeming sedikit pun dari tempatnya berdiri. Ia tetap menatap Jya dan memperhatikan wanita itu dengan seksama. Jya yang ditatap seakan menelanjanginya itu pun semakin risih dan tidak nyaman. “Kamu punya peliharaan sekarang Jya?” tanya Gernal tiba-tiba. Jya terkesiap dan menoleh pada kandang Odi di sisi meja kerjanya. “Ya, seperti yang kamu lihat,” jawab Jya santai sambil kembali menatap Gernal. Gernal tersenyum tipis dengan alis yang sedikit tertukik. “Kamu tidak pernah mengatakannya padaku, jika kamu sudah memelihara binatang,” ujarnya kemudian. “Kurasa kamu tidak perlu tahu dan tidak harus tahu, apa dan kenapa aku memelihara binatang,” balas Jya. “Tapi setidaknya kamu mengatakannya dulu padaku, jika tidak aku akan membeli beberapa jenis hewan untuk kamu pelihara asal

