Jya keluar dari mobil dan langsung dibukan pintu oleh salah satu staff wanitanya butik saat melihat penuhnya bawaan di kiri dan kanan tangan Jya. “Selamat pagi Bu,” sapanya pada Jya. “Pagi,” balas Jya seraya membalas senyum dari staffnya. Langkah kaki terburu terdengar menghampiri. “Ibu…!” pekik Anhe. “Hmm? Sapa dulu kek, ngapain lari-lari? Mau belajar cat walk?” tegur Jya sambil memandangi Anhe yang berdiri kaku di depannya. “Di dalam ruangan Ibu Jeyana yang terhormat, ada…,” ucap Anhe menggantung. “Ada apa?” tanya Jya cepat tapi masih terbilang santai dengan raut wajah menunggu kelanjutan ucapan Anhe. “Daddynya Sera,” ucap Anhe. “Kenapa dikasih izin masuk ke ruangan saya?” tanya Jya terdengar nada tidak senang dari ucapannya. “Eum… i-itu.” Anhe mengusap tengkuknya menandakan ia

