Selama dua hari Jya merawat Sarah di hari kedua Sarah sudah bisa makan sendiri dengan nyaman walau ia masih tidak ingin keluar kamar, mau tak mau Jya mengantar makanan setiap jam makan ke dalam kamar sang Ibu. Ditengah kesibukan, ia ingin kembali ke butik untuk bekerja tapi Jya sadar untuk saat itu ibunya sangat penting, butuh dirinya untuk merawatnya. Jadi tanpa diminta siapapun Jya menunjukkan kepeduliannya dengan merawat Sarah. “Kalau kamu mau pergi ke butik besok.. pergi saja,” ujar Sarah pada Jya yang tengah mengemasi bekas makan malam Sarah untuk ia bawa ke dapur. Jya menoleh dan memperhatikan Sarah yang tengah bersandar di kepala ranjang. “Ibu udah sehat? Yakin mau makan ke ruang makan?” tanya Jya lebih dulu untuk menyakinkan sang Ibu. “Iya,” jawab Sarah tanpa menoleh ke arah J

