Sekarang Jya tengah menatap Reihan, berdiri di depan pinru utama dengan membawa kotak kandang hewan peliharaannya. “Titip ya, tolong..,” ucap Reihan sambil menatap Jya memelas penuh harap. Jya menghela napas melihat bergantian antara wajah memelas Reihan dan juga kotak kandang yang dibawanya. “Begini, saya sebenarnya mau aja ya dititipin. Cuma, cuma… apa Oma gak bisa bantuin Pak Dosen? Atau keluarga Pak Dos yang lain gitu?” “Gak ada yang berani dititipin di Odi, apalagi Oma yang ada Odi jadi musuhnya Oma,” balas Reihan cepat, tatapannya bahkan tidak berubah penuh harap pada Jya. “Emangnya… ini si Odi.. hewan jenis apa?” tanya Jya. Jika diperhatikan dari kandangnya Jya menyangka Odi bukanlah hewan besar karena terlihat kandang yang berukuran sedang dan juga nampak ringan saat diangkat

