Rana dengan baik hatinya membuatkan makan siang untuk Sarah yang bakal ia antar ke kamar Sarah. Abyan sempat mencegah tapi apa daya, daya sang Istri kedua lebih keras daripada dirinya. Sudah bagus Rana sangat perhatian dan baik kepada siapapun di rumah tersebut termasuk Sarah. Rana memang tidak ingin mencari musuh ataupun membuat masalah, ia ingin hidup tenang dengan kebahagiaan yang ia buat sendiri. “Mbak…! aku masuk ya…?” ucap Rana dari depan pintu kamar Sarah. Tidak mendapati jawaban, tapi Rana berinisiatif untuk membuka pintu lebih dulu, lalu barulah kemudian ia masuk ke dalam ruang kamar tersebut. Rana melihat Sarah berbaring di atas ranjangnya dengan sebagai tubuh ditutupi selimut menyisakan bagian bahu ke atas. “Mbak…?” panggil Rana dengan halus. Sarah tidak menjawab tapi ia

