Jesslyn berubah. Sikapnya jauh lebih dingin dari biasanya, seakan segala ketulusan dan perhatian yang diberikan Levin selama ini tidak berarti apa-apa. Kekerasan kepalanya semakin menjadi. Ia mengurung diri berjam-jam di kamar mandi, tak memberi kesempatan sedikit pun bagi Levin untuk masuk. Padahal pria itu hanya ingin memastikan istrinya baik-baik saja, takut kalau Jesslyn terpeleset. Namun bukannya menerima perhatian itu, Jesslyn malah mengusirnya dengan dingin. Levin hanya bisa menduga-duga. Ia yakin perubahan sikap Jesslyn berkaitan dengan pembicaraan yang sempat dilakukan istrinya bersama sahabatnya kemarin di restoran. Namun ia tahu, jika ia menanyakan langsung, Jesslyn hanya akan semakin marah. Jesslyn bahkan mengunci diri di balkon. Ia seakan menciptakan dunianya sendiri, dunia

