Jayyid POV
"assalamualaikum"
"waalaikumussalam"
"kamu dari mana aja, ibu telpon dari tadi kok baru diangkat"
"aku habis ngajar atuh bu, ada apa emang Bu?
"ini Ibu lagi di jalan mau jemput kamu sama Rahmah, kita ke butik cari baju buat acara pernikahan kamu"
"loh Bu, kan aku kemarin sudah bilang ke ibu, kalo baju nya udah ada"
"baju yang kemarin kurang bagus, masa mau acara sekali seumur hidup kamu pake baju kaya gitu, lagian ini juga bapak yang suruh loh"
"tapi Bu aku--"
"pokok nya sekarang kamu telpon Rahmah sebentar lagi ibu sampe"
"ya udah aku telpon Rahmah dulu"
"nah gitu dong.. jadi anak harus nurut sama orang tua, ya udah ibu tutup dulu ya telpon nya. assalamualaikum"
"waalaikumussalam"
setelah selesai menerima telpon dari ibu, aku langsung menelpon Rahmah, dan akhirnya Rahmah pun setuju karena untuk menyenangkan hati orang tua ku, tapi dengan syarat jangan yang mahal-mahal sayang uang nya. ya begitu lah Rahmah seorang wanita sederhana dan mandiri.
setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya ibu sampai di komplek madrasah putra ibu bawa menyetir mobil sendiri dari rumah nenek ku, ya untuk persiapan acara pernikahan ku dengan Rahmah memang keluargu sementara berkumpuldi rumah nenek ku yang tidak jauh ya dengan kota rumah Rahmah. ya walaupun masih beda kota, tapi masih lumayan dekat di bandingkan dengan rumah orang tua ku yang ada di Jawa Barat.
Setelah menempuh perjalan sekitar satu jam akhirnya kami sampai di sebuah butik muslim, kata ibu dia dapat rekomendasi butik ini dari sepupunya.
"Ini tempat nya Bu?" tanya ku pada ibu yang duduk di samping ku sedangkan Rahmah duduk di kursi barisan tengah dengan mba Rois
"iya" jawab ibu ku singkat
"waduh... gede bamget jangan-jangan mahal-mahal harga nya" ucap ku dalam hati
"udah yu turun.. kok malah ngelamun gitu.. oh ya nanti sekalian ibu juga mau beli buat Bapak dan adik-adik kamu"
"ya udah atur aja deh Bu" ucap ku
ibu ku keluar dari mobil sambil tersenyum senang di ikuti oleh Rahmah dan mba Rois
"Yid, kamu mau pilih sendiri atau dipilihin?" tanya ibu ku ketika sudah ada di dalam butik..
"pilihin aja deh Bu.. nanti kalo aku pilih sendiri aku pilih nya kaos..."
"ya udah ayo Rahmah.. nanti sekalian kamu pilihin buat Jayyid ya..."ucap ibu ku sambil menarik tangan Rahmah
sedangkan aku duduk menunggu di sebuah sofa yang memang disediakan untuk pelanggan.
karena menunggu cukup lama aku pun mulai mengantuk, ternyata wanita kalo udah urusan baju pasti lama.
"Yid..kamu pakai ini aja gimana? biar cocok sama yang aku pakai" tiba-tiba seorang wanita cantik berdiri dengan jarak dua meter di depan ku..
"bidadari" gumam dalam hati
"Yid..di tanya kok malah diem.." ucap Rahmah yang melihat ku diam saja ketika di tanya
"Ya itu bagus kok..."
"ya udah aku ambil yang ini ya"
"iya"
setelah mendapatkan semua baju yang di cari ibu mengajak kami semua makan di restoran yang pernah kami makan bersama ketika aku wisuda dulu.
******
Author POV
Hari ini rumah Rahmah banyak di datangi orang-orang yang nampak sangat bahagia, sanak saudara, sahabat semuanya turut hadi untuk menghormati acara akad nikah Jayyid dan Rahmah. Dekorasi rumah telah tertata seindah mungkin. para tamu di pisah antara tamu laki-laki dan perempuan.
di suatu sisi ruangan seorang laki-laki menggunakan baju setelan celana dan baju koko putih sedang merasa gelisah, dia khawatir jika kalimat sakral yang akan dia ucapkan nanti akan salah. hati nya terus menerus menyebut nama Alloh. Hingga saat yang ia nanti-nantikan telah tiba.
"sudah siap mas Jayyid?" tanya pak Ramli
"Insya Alloh sudah siap pak" ucap ku mantap
"Ya Ahmad Jayyid Jiddan saya nikahkan dan saya kawin kan engkau dengan anak saya Azkia Rahmah Azizah binti Ramli dengan mas kawin perhiasan emas lima belas gram dibayar tunai"
"saya terima nikah dan kawin nya Azkia Rahmah Azizah binti Ramli dengan mas kawin perhiasan emas lima belas gram di bayar tunai"
Jayyid mengucapkan nya dengan jelas dan lantang tanpa tercekat sedikit pun.Ia mengucapkan nya dengan tegas karena ia akan mengambil alih tanggung jawab seorang wanita dari bapak nya.
"bagaimana? sah?"
"Sah.."
"alhamdulillah hirabbil'alamain"
ketika seleuruh tamu undangan yang hadir mengucapkan kata sah, saat itu pula semua tangan menengadah ke atas memanjatkan doa pada Sang Maha Pencipta Allohu Rabbi, mendoakan agar pasangan yang telah di persatukan ini diberkahi pernikahannya, menjadi sakinah mawaddah warrahmah.
Jayyid merasa terharu hingga ia meneteskan air matanya ketika berdoa.. ia teringat bagaimana ia pernah mengikhlaskan Rahmah namun akhir nya Alloh mentakdirkan Rahmah menjadi pendamping hidupnya. Jayyid berkali-kali mengucapkan syukur kepada Alloh atas takdinya ini.
Sedangkan di dalam kamar seorang gadis yang memakai gamis berwarna putih dan mahkota diatas jilbab nya yang menambah keanggunannya tengah menangis memeluk kakak yang selama ini menyayangi nya semenjak ibu nya meninggal.
"iih kok malah nangis.. udah halal kok sekarang sekarang" ucap sang kakak.
"ini beneran kan kak? udah halal?
"iya... sekarang kamu udah jadi istri nya Jayyid, sholehah ya sayang... yang patuh sama suami mu"
"sayang.. kamu jangan nangis dong.. sekarang kamu udah menjadi menantu ibu, istri nya anak ibu" ucap Bu sri..
"iya bu... terima kasih udah terima Rahmah jadi menantu nya ibu" ucap Rahmah kemudian dia mencium tangan Bu sri dan memeluk nya.
"yang sholehah ya nak...dan terimalah segala kekurangan anak ibu ya"
"iya bu" ucap Rahmah yang kemudian melepaskan pelukan nya.
"selamat ya Rahmah.." ucap mba Rois.. yang kini gantian memeluk Rahmah.
"terima kasih mba, terima kasih telah menjadi sahabat dan kakak buat aku"
"iya sayang.. sama-sama" ucap mba Rois sambil melepaskan pelukannya.
Tok Tok Tok
"assalamualaikum" Jayyid mengetuk pintu kamar Rahmah dan mengucapkan salam.
"Waalaikumussalam, sepertinya itu suara Jayyid" ucap mba Lina
"ya sudah ayo kita keluar dulu" ucap Bu Sri
"mba.. aku malu" ucap Rahmah sambil memegang tangan kakak nya itu
"iih kamu ini udah halal kok.. masa sama suami sendiri malu"
Mba Rois membukakan pintu kamar dan nampak Jayyid sedang berdiri didepan kamar.
"ayo masuk Jayyid, kita tinggal dulu ya" seru mba Lina kemuadian mba Lina, mba Rois dan Bu Sri meninggalkan kamar Rahmah.
"assalamualaiku Rahmah" ucap Jayyid lembut
"waalaikumussam Jayyid"
Jayyid mengulurkan tangan nya bersiap menggandeng tanggan Rahmah dan membawa nya ke depan ke tempat dimana Jayyid melakukan ijab qobul. Rahmah masih ragu untuk memegang tangan Jayyid. karena dia belum pernah bersentuhan dengan lawan jenis semenjak dia aqil baligh. Jayyid yang melihat tingkah Rahmah tersenyum. dia melihat Rahmah sangat cantik menggunakan gamis dan jilbab putih serta mahkota di kepala nya..
"ga pa pa sayang.. kita sudah halal kok berpegangan" ucap Jayyid yang sontak membuat jantung Rahmah seakan ingin melompat keluar.
"i-iya ayu" ucap Rahmah sambil berjalan mendekati pintu kamar nya
"loh kok aku di tinggal" ucap Jayyid sambil menarik lembut tangan Rahmah namun sedikit bertenaga sehingga si pemelik tangan badan nya berbalik menghadap Jayyid, dan kini wajah mereka saling berhdapan dengan jarak yang sangat dekat.
"cantik" ucap Jayyid pelan yang otomatis kembali membuat hati rahmah dag dig duh tidak karuan.
"ayo katanya mau kedepan" ucap Rahmah sambil menundukan kepala nya dan mencoba menstabil kan perasaan nya.
kali ini Rahmah menurut ketika Jayyid menggandeng tangan nya seraya berjalan perlahan menuju tempat Jayyid mengucapkan ijab qobul.
Jayyid dan Rahmah duduk di depan meja penghulu dan menanda tangani buku nikah mereka berdua. setelah itu Jayyid dan Rahmah berdiri saling berhadapan lalu Jayyid memegang ubun-ubun Rahmah dan mengucapkan doa. Rahmah menengadahkan tangan nya seraya menunduk hanyut dalam doa
ketika selesai membacakan doa Jayyid meraih pundak Rahmah untuk lebih mendekatkan Rahmah pada nya, lalu Jayyid mengecup lembut kening Rahmah dengan penuh kasih sayang. kemudian Rahmah meraih tangan kanan Jayyid dan mencium punggung tangan Jayyid dengan perasaan bahagia.
seluruh undangan bersorak gembira tak kuasa melihat keromantisan pasangan pengantin baru tersebut. kemudian Jayyid dan Rahmah menyalimi orang tua mereka untuk meminta doa dari meraka.
******
saat ini Rahmah sedang duduk di kursi depan meja Rias nya untuk beristirahat. ia merasa lelah menyambut banyak nya tamu yang datang pada pernikahannya, namun demikian Rahmah tetap bahagia karena akhirnya kini ia sudah menjadi istri Jayyid, orang yang selalu ia sebut dalam doa nya.
Tak lama setelah itu ia mendengar ketukan pintu lantas berjalan membukanya. saai pintu sudah terbuka ia mendapati Jayyid sedang berdiri disana.
"assalamualaiku istriku"
"waalaikumussalam suamiku"
"boleh masuk?"
"Hah? i-iya boleh"
Jayyid pun masuk lalu menutup pintu dan menguncinya. lalu Jayyid duduk di kasur.
"Alhamdulillah" ucap Jayyid kemudian sedangkan Rahmah masih saja berdiri mamatung di pinggir kasur.
"kenapaa berdiri aja.. duduk disini" ucap Jayyid sambil menepuk-nepuk kasur
Rahmah tak berkata apaun ia hanya menuruti perintah Jayyid lalu duduk disamping Jayyid namun masih berjarak.
"kok jauh amat duduk nya.. deketan sini dong..kan kita sudah halal Rahmah"
lalu Rahmah duduk lebih mendekati Jayyid dan Jayyid merubah posisi duduk nya untuk bisa saling berhadapan dengan Rahmah.
"emm kamu siap kan beberapa baju ya.. nanti sore setelah acara resepsi selesai dan tamu undangan pulang kamu ikut aku ya?" ucap Jayyid sambil menatap intens wajah istri nya.
"mau kemana?" ucap Rahmah bingung
"ke suatu tempat" ucap Jayyid sambil tersenyum dan mendapat jawaban anggukan kepala dari Rahmah tanda istrinya tersebut setuju.
"kamu sudah makan?' tanya Rahmah
"belum, kamu sendiri?"
"belum, mau aku ambilkan?"
"boleh,, tapi kamu juga makan ya.."
"iya, aku ambil dua"
"ga usah satu aja.. aku pengen makan barengan sama kamu"
Rahmah pun menganggukan kepala nya lalu keluar kamar untuk mengambil makan untuk mereka berdua.
saat sore hari acara resepsi telah selesai keluarga, sanak saudara dan sahabat-sahabat Jayyid maupun Rahmah pun telah pamit untuk pulang. Jayyid sedang berada dikamar Rahmah menunggu Rahmah yang sedang memasukan baju kedalam tas.
"Yid, kita mau kemana sih? kok kamu nyuruh aku bawa baju segala.. kita emang mau nginap disana? tanya Rahmah sambil memasukan beberapa baju nya kedalam tas.
"iya kita mau nginep disana tiga hari jadi aku minta kamu buat bawa baju untuk tiga hari"
"ya udah aku dah siap nih kita pamitan dulu sama Bapak dan mba Lina"
"ayu... sini aku bawain tas" ucap ku sambil mengambil tas yang di pegang oleh Rahmah
"makasih..." ucap Rahmah sambil tersenyum
Setelah selesai berpamitan dengan pak Ramli dan mba Lina Jayyid dan Rahmah berangkat ke sebuah tempat yang memang telah di siapkan oleh Jayyid beberapa hari lalu. mereka berdua berangkat menggunakan mobil yang di pinjam Jayyid dari pak Herman bapak nya Jayyid.