Ketika akhirnya memutuskan untuk datang ke rumah Nero, Damar sama sekali tidak mengharapkan akhir yang bahagia untuknya dan Muti. Ia tahu jika kesalahannya mungkin tidak akan termaafkan dengan mudah. Ia juga menduga jika akan butuh banyak usaha baginya untuk meyakinkan Muti lagi bahwa apa yang Damar miliki untuk gadis itu tulus adanya. Akan tetapi, ketika ia melihat gadis itu tersenyum dan mengangguk, Damar tahu bahwa semesta masih berpihak kepadanya dan Muti. Muti telah memaafkannya walaupun Damar tahu ia sama sekali tidak berhak mendapatkan pengampunan sebesar itu dari diri Muti. Yah, Muti memang tidak pernah berubah sejak dulu. Hatinya masih sebaik itu. “Aku janji, aku bakal jadi yang terbaik buat kamu setelah ini,” ucap Damar sambil menggenggam erat tangan Muti. Muti tersenyum. “Ngg

