DARREL memindahkan kakinya cepat. Berjalan menuju ruang kerjanya yang kini sudah diambil alih oleh sang istri. Saat ia hendak masuk, tepat sekali seorang pria tampak melenggang keluar pintu, membuat Darrel semakin naik pitam. "Darrel, kau–" Perkataan Aditya terputus saat tubuh kekar Darrel mendorongnya hingga terhimpit di dinding. Pria itu mencengkeram kerah jas Aditya dan melemparinya tatapan melotot. "Kau pasti yang merencanakan semua ini, kan? Kau pasti sudah memberitahu Disha semuanya dan menyuruhnya berpura-pura. Iya, kan?" Tentu saja pertanyaan Darrel itu sukses menciptakan kerutan di dahi Aditya. Bagaimana dia bisa tahu? "Jangan bicara omong kosong, Darrel! Kalau aku memberitahu Disha soal perselingkuhanmu itu, maka otomatis dia akan menangis. Kau tahu betul aku tidak akan bisa

