BEBERAPA microphone serta gadget langsung mengarah pada Disha. Siap sedia mengeraskan suara gadis itu dan merekamnya. "Katakan, Nona Disha, bagaimana pendapatmu saat mengetahui suami selingkuh?" Salah satu wartawan mengulangi pertanyaan yang sama. Disha terdiam beberapa saat. Melirik ke arah Darrel sejenak dengan tatapan kekecewaan. Namun ekspresi itu tak terlihat lantaran kedua matanya tertutup kacamata hitam. "Aku percaya dengan suamiku. Dia tidak mungkin menghianatiku. Benar, 'kan, Darrel?" ujar Disha seraya tersenyum getir. Jawaban sang istri tentu membuat hati Darrel sedikit lega. Ia tak tahu, kalau apa yang baru saja istrinya katakan itu hanyalah kebohongan semata. Karena sebenarnya Disha sangat murka terhadapnya. "Nona Disha, hatimu baik sekali dan cintamu tulus sekali. Tap

