SAAT esok menyapa, Aditya sudah memarkirkan mobilnya di halaman rumah Abraham. Pria itu turun dari mobil dan kembali merapatkan pintunya. Lantas membuka kaca mata hitamnya, sehingga melihat dengan jelas sosok pemuda yang hendak menuju mobil. "Darrel, kau sudah mau berangkat ke kantor?" tanya Aditya mencoba ramah, sembari menautkan kaca matanya di kerah kausnya. Alih-alih menjawab apalagi sekadar menoleh, Darrel memilih tak acuh dan mulai membuka pintu mobilnya. Ia segera masuk, merapatkan pintunya dengan keras seakan mencoba memberitahu pada pria yang berdiri di samping mobilnya itu kalau dia benar-benar sedang kesal padanya. Detik berikutnya mobil Darrel mulai berderu, memutar dan meninggalkan kediaman Abraham. Aditya memperhatikan sampai mobil itu menghilang di balik tanaman-tanaman h

