MATA Elisa membola, melihat sang putra semata wayangnya bertindak tak senonoh terhadap seorang gadis, di saat putranya itu sudah menjadi suami orang lain. Kaki wanita itu melangkah, namun terasa berat dengan mulut yang masih menganga. "Astaga, Darrel! Apa yang kau lakukan?!" "I-ibu?" Darrel buru mengaitkan kancing kemejanya kembali. Berdiri dari duduknya dengan tubuh gemetar. "Tara, pergilah dari sini cepat!" ujarnya berbisik pada gadis di sampingnya yang menunduk. Tara mulai mengambil tas kecilnya di atas meja, menyongsongnya dengan langkah cepat menuju pintu. Saat perpasaran dengan Elisa, gadis itu mengangguk pelan—bermaksud memberinya salam—sebelum akhirnya lenyap dari balik pintu. "Ibu, aku bisa jelaskan semuanya." Darrel segera mendekati sang ibu. Merayunya agar amarahnya meredam.

