DARREL melangkah masuk ke ruangan kerja dengan hati berbunga-bunga. Ditambah saat melihat sang madu yang sudah duduk di dalam ruangannya sana. "Tara, kapan kau ke sini?" tanyanya. "Baru saja. Tapi aku mencarimu tidak ada. Pasti, kau sibuk bersama istri pertamamu itu, kan?" Tara berkata dengan nada dingin. Memalingkan wajah cemberut. "Ayolah, kau jangan pecemburu begitu. Lihat, apa yang aku bawa untukmu!" Darrel menunjukkan sebuah map biru pada Tara dengan wajah berseri-seri. "Apa itu?" Tara menaikkan sebelah alisnya. Darrel mendekat, menarik tangan wanita itu untuk berdiri dan mengajaknya berdansa. "Kau akan langsung bugar seperti bunga mekar saat melihat isi dokumen ini." "Darrel, cepat berikan, aku tidak sabar melihatnya!" Tara mencoba meraih dokumen tersebut dari tangan sang su

