DISHA memutar tubuhnya ke belakang. Terkejut mendapati pembantu wanitanya yang berjalan menghampirinya. Sekujur badannya gemetar tegang, sementara retinanya melirik ke kanan kiri disertai jantung yang berdegup bak lari kuda. "Nona Disha? Apa aku tidak salah dengar tadi? Kau…." "-Bibi Emine!" Disha menyela cepat. Bergerak ke arah pintu dan menguncinya rapat-rapat. Lantas kembali menghampiri wanita paruh baya yang masih menegang di tempat. "Nona Disha… kau …." Emine meraba wajah Disha. Melambai-lambaikan jemarinya tepat di matanya. "Kau bisa melihatku, kan?" Disha meneguk ludah berkali-kali. Kemudian mengangguk pelan. "Iya, Bi." "Jadi aku tadi tidak salah dengar kalau kau selama ini tidak buta?" Emine masih saja memasang wajah penasaran serta kegugupan. "Iya." Disha langsung mengambil

