ADITYA mengacak rambutnya yang sama sekali tak gatal itu. Kebingungan menyelimuti ruang kepalanya. Ia berpikir kalau Disha akan terkejut mengetahui kebenaran yang ia bongkar perihal Darrel, tetapi nyatanya ia sendiri yang malah terkejut mendengar kebenaran dari mulut gadis itu. "Jadi kau selama ini berpura-pura buta?" Aditya mengerling. Omongan gadis di depannya itu masih sulit untuk diterima akal sehatnya. "Untuk apa kau sampai melakukan hal sebesar ini, Disha? Kau?" Bahkan ia sampai tak punya kata-kata lagi saat ini. "Aku mengerti kau pasti kecewa karena aku telah menipu kalian semua." Disha meneguk ludahnya sejenak sebelum melanjutkan, "tetapi ini sangat penting aku lakukan, Aditya." "Katakan padaku alasannya, Disha!" Aditya tampak tidak sabaran. Itu tergambar jelas dari mimik wajah

