Spill The Tea

1947 Kata

ADITYA berdiri di depan jendela kaca dengan kedua tangan yang disembunyikan dalam saku. Sementara matanya menatap benda tembus pandang yang menampilkan keindahan luar suasana kota. Tampak indah esok hari ini, apalagi dinikmati dengan seduhan kopi hangat. Sungguh menentramkan jiwa. Namun kenikmatan itu tak juga membuat pria berdarah asing itu nyaman. Saat ini pikirannya sedang kacau balau. Beban berat menggelayut di ruang kepala seperti truk pengangkut puluhan ribu ton barang saja. "Darrel, bagaimana kau bisa bertindak terlalu jauh. Kau bahkan menikahi gadis lain meskipun kau masih menjadi suami Disha!" Garis mata Aditya menegas. Namun kembali sayu saat mengingat tentang Disha. "Disha, kenapa kau sangat mencintai orang yang bahkan sudah menghianatimu? Kenapa kau tidak bisa melihat cintak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN