DISHA mengusap kasar air matanya. Berdiri dari setimpuhnya saat matanya itu tak lagi tampak pesawat yang sudah lenyap menyatu dengan awan. Gadis itu membalikkan tubuh. Berjalan kembali memasuki bandara. Ponsel berdering dari genggaman tangannya. Menyadari nama Darrel yang memanggil. Ia mengangkatnya. "Halo, Disha! Bagaimana? Apa kau sudah berhasil menghentikan kepergian Aditya?" tanya Darrel dari seberang sana yang penasaran. Disha tak menjawab. Air matanya kembali mengucur. Namun itu sudah menjadi respon akan pertanyaan Darrel. "Apa dia sudah pergi?" Darrel terdengar menghembuskan napas gusar. "Aku telah kehilangan cintaku, Darrel." Tangis Disha kian menggerojok. "Disha, jangan menangis." "Kau benar." Punggung lengannya itu menyeka air di pipinya. Manarik napas dan meneguk saliva.

