"BIBI EMINE!" Darrel berteriak dari atas tangga. Membuat dua orang di sofa bawah sana menoleh ke arahnya. "Jangan buka dulu!" sambungnya lagi dengan nada tinggi. Lantas kakinya itu mulai melangkah, menapaki anak tangga dengan cepat. Hingga tiba di hadapan Emine, ia meroyok map cokelat tersebut. "Darrel, ada apa?" Disha mulai mendirikan tubuhnya. Kebingungan dengan tingkah sang suami. "Um… sebenarnya ini paketku," ujar Darrel berbohong. "Maaf, Tuan Darrel. Tapi itu atas nama Nona Disha, jadi aku pikir itu miliknya." Emine berkata dengan gugup. "Um… sebenarnya … aku memang sengaja memberi nama Disha agar sewaktu-waktu biar Disha yang menyimpannya. Kalian tahu, kan, aku sering sibuk di kantor. Hehe." Jelas sekali dari nada bicaranya dan mimik wajahnya kalau pria itu sedang berbohong. Mu

