TUBUH Tara menegang saat dua petugas polisi tiba-tiba datang dan menginterogasinya. Jantungnya berdegup begitu kencang bak kuda yang terpacu. Sementara tangannya gemetar usai mendengar perkataan salah satu dari polisi kalau dirinya sekarang ini telah menjadi tersangka atas pencurian dokumen penting perusahaan. Toh memang itulah yang sesungguhnya. "T-tidak… aku tidak melakukannya!" Sebisa mungkin wanita itu mengelak. Menggeleng cepat dengan ekspresi panik. Sayang sekali gelagatnya itu tak mampu menyembunyikan kebohongannya. "Lalu apa itu?" Salah satu petugas polisi melirik sebuah map yang dipeluk olehnya. Gegas merebut dokumen tersebut. Membukanya sejenak, kemudian kembali menatap wajah Tara dengan ekspresi marah. "Kau harus ikut kami ke kantor polisi!" "Apa?!" Mulut Tara menganga. A

