Debora Setuju

1001 Kata
'Iya papa saya mau, jika Papa ingin menjodohkan saya. Tetapi tunggu hingga masa dinas saya,' ucap Debora dengan tersenyum. Aku dan Debora, akhirnya saling berpelukan. Keluarga calon besanku akhirnya datang, Dicki dan Debora akhirnya memutuskan untuk menikajh setelah masa dinas Debora usai. Kami semua sangat senang sekali mendengarnya, kami sangat bahagia sekali. Kami akhirnya menyaksikan pertunangan Debora dan Dicki. "Putriku sangat cantik sekali, kamu akan terlihat sangat cantik sekali. 'Terima kasih banyak Papa, saya sangat bahagia sekali. Restui pertunagan kami,' ucap Debora dengan tersenyum. "Sama-sama putriku yang sangat cantik sekali, kamu harus berjuang jangan selingjkuh itya nak. Kamu harus sangat cocok sekali dengan Dicki, setelah masa dinas kamu selama dua tahun usai segera menikah," ucapku dengan tersenyum. "Anak gadis Mama udah mau nikah saja, Mama sangat sekali Debora. Kamu harus ke Neterland dulu jika mau memniakah,' ucap Tiara dengan tersenyum. "Baik Mama, aku juga sangat ingin menemui Mama dan Papaku yang telah tiada. Tolong iya Mama dan Papa juga anterin aku,' pinta Debora dengan tersenyum. Setelah pertunangan usai, calon menantu dan calon besanku kini pergi ke Lampung. Ke kampung halamanya. Saya kini sedang sangat sibuk sekali, poagi buta sekali saya harus pergi ke Bandung. Saya jharus mengunjungi Batalion Polisi Militer. Saya sangat sdibuk sekali, sekalian saya mengunjungi asrama putraku Bayu. Bayu sangat kureus dan cungkring sekali, Aku membawa makanan dan kue yang sangat enak untuk Bayu. "Papa bawa apa untukku?' tanya Bayu dengan sangat heran dan antusias. "Papa masak dan membuat kue makanan kesukaan kamu,' jawabku dengan tersenyum. "Kamu makan berapa kali sekali?' tanyaku dengan tersenyum. "Saya makan satu kali sekali, kenapa m,emangnya Papa?' tanya Bayu dengan tersenyum. 'Ya amopun Bayu, badan kamu kurus dan cungkring sekali. Kamu seharusnya makan yang banyak,' ucapku dengan terus menasehatinya. "Siap Jenderal," jawab Bayu dengan tersenyum. Aku dan Bayu, kami berjalan bersama tatkala kmai sedang berlibur sebenrtar. Setelah puas aku berlibur dan urusan kerja, saya langsung segera pergi ke Jakarta. Setibanya di Jakarta saya langsung mengha,mpiri dan memeluk Tiara istri saya. "Sayang jangan peluk-peluk, kamu bau tau. Mandi dulu sayang,' keluh dan protes Tiara dengan memanyunkan bibirnya. Aku akhirnya mndi, dari pada Tiara protes dan marah lagi. Lebih baik aku mandi hingga bersih dan wangi, aku segera mengenakan piyama dan minyak wangi. Aku yang sudah rapih dan wangi, langsung memeluk Tiara. Tidak hanya memneluk aku bahkan juga menggendong tubuh mungil Tiara. "Sayang jangan gendong aku, aku berat tau. Aku nggak mau ikh di gendong,' ucap Tiara dengan protes. "Nggak apa-apa, aku sangat sulka sekali menggendong kamu. Sekali pun tubuh kamu berat,' ucapku dengan tersenyum. Karena perutku sangat lapar sekali, aku akhirnya mengajak Tiara untuk segera makan mungkin Tiara memasak makanan yang sangat enka sekali dan lezat sekali. "Люба, я дуже голодна, послухай мій шлунок. Черви співають і грають на музичних інструментах, Lyuba, ya duzhe holodna, poslukhay miy shlunok. Chervy spivayutʹ i hrayutʹ na muzychnykh instrumentakh,' ucap aku dengan tersenyum. (Sayang aku sangat lapar sekali, dengarkan lah suara perutku. Cacingnya sedang bernyanyi dan bermain alat music,) "Так, мій чоловік, ходімо вниз. Я приготував овочевий суп і смажену курку на маслі, Tak, miy cholovik, khodimo vnyz. YA pryhotuvav ovochevyy sup i smazhenu kurku na masli,,' jawab Tiara dengan tersenyum. (Iya suamiku, ayo kita turun ke bawah. Aku memasak Sayur sop dan Ayam Goreng mentega,) Istriku Tiara langsung menyendok aku nasi dan lauk pauk beserta sambal, aku dengan manjanya meminta Tiara menyuapi aku. "Любий, будь ласка, нагодуй мене, я благаю тебе люба. Ти хочеш мене нагодувати? Lyubyy, budʹ laska, nahoduy mene, ya blahayu tebe lyuba. Ty khochesh mene nahoduvaty?" pintaku dengan sangat manja. (Sayang tolong suapin, aku mohon sayang. Kamu mau kan menyuapi aku,) "Так, любий, я просто хочу, щоб ти мене нагодував. Але є умова дорога, ти мене теж годуй, Tak, lyubyy, ya prosto khochu, shchob ty mene nahoduvav. Ale ye umova doroha, ty mene tezh hoduy," pint Tiara dengan sangat manjanya. (Iya sayang, aku mau saja kamu menyuapi aku. Tetapi ada syaratnya sayang, kamu juga menyuapi aku,) Aku dan Tiara otomatis kami berdua saling menyuapi satu sama lain, kami berdua bagaikan pasangan muda-mudi saja. Aku dan Tiara sangat serasi sekali. Sem,entara anak-anakku hanya dapat tersenyum, dan menatap kemesraan kami bersdua sebagai sepasang suami istri yang sangat searasi dan romantis. Aku dan Tiara langsung ke kamr kami, aku dan Tiara langsung tidur bersama. Setibanya kami di kamr Tiara merasakan sakit sekali di perutnya, aku sangat panik sekali. Aku tak mau istriku kenapa-kenap, aku segera membawa Tiara ke rumah sakit. Aku berharap Tiara cepat sembuh, "Sayang kamu harus sembuh, aku sangat khawatir sekali. Kamu adlah istriku yang sangat aku sayangi dan cintai,' ucapku dengan tersenyum. "Aku sungguh nggak apa-apa sayang, doakan sja yang terbaik untukku. Semoga aku nggak apa-apa,' ucap Tiara dengan tersenyum. Tetapi tetap saja, aku sangat panik sekali, apabila ada sesuatu yang terjadi dengan Tiara istriku. Tiara karena kecapean dia harus di rawat di rumah sakit selam tiga hari. Setelah sembuh, aku dan Tiara segera kembali ke rumah. Di dalam perjalan kami melihat ada anak kecil yang di aniaya ibu kandungnya sendiri. Aku dan Tiara sungguh tak menyangka, jika ada seorang Ibu yang sangat tega sekali, apalagi menganiaya anak kandungnya sendiri. Aku langsung menasehati ibu ytersebut, supaya dia jangan sampai seperti itu. Selama ibnu itu di rehabitasi, saya dan Tiara langsung mengantarkan anak tersebut ke keluarganya. Kami sangat tidak ingin mereka semua menderita, mereka semua kesusahan. Kami tak mau mereka kenapa-kenapa. Aku nggak mau anak tersebut mengalami penderoitaan. Setibanya aku dan Tiara di rumah, kami ke datangan kawan lama kami di Papua, kami langsung bercengkrama bersama. Kami menimati udang dan makanan lainya yang sudah Tiara masakan untuk kami semua. Setelah selesai makn dan tamu kami pulang, aku langsung membopong tubuh Tiara ke dalam kamar. Di dalam kamr, aku langsung memeluk Tiara. Aku langsung mengecup kening dan kedua pipi Tiara, aku sangat sayang dan cinta sekali akan putriku Tiara. Tiara adalah buah hatiku, jadi Tiara harus selalu bahagia dan tersenyum. Karena hanya dialah istriku, fatner hidupku yang sanggat aku sayangi dan cintai. Aku berharap kami bisa langgeng hingga maut yang memisahkan kami berdua. Bersambung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN