Aku dan Tiara, kami semua sangat bangga sekali. Akan kelulusan putri kami Debora dari AKMIL.
"Kamu sangat membanggakan Papa dan Mama nak, Papa sungguh bangga sekali akan kelulusan kamu nak," ucapku dengan tersenyum.
"Kamu sungguh membangalkan Mama nak, Mama sungguh sangat bahagia sekali. Mama akan memberikan hadiah dan kejutan untuk kamu,' ucap Tiara dengan tersenyum.
"Terimakasih Ma," ucap Debora dengan tersenyum.
"Sama-sama nak, kamu mau apa? Pulang ke rumah Mama masakin masakan kesukaan kamu," tanya Tiara dengan tersenyum.
"Apa yang Mama masakin pasti, Debora suka Debora mau masakan khas daerah Papua Ma,' jawab Debora dengan tersenyum.
"Baiklah nanti Mama masakin, kamu babntuin Mama iya. Kita masak sama Bella," ucap Tiara dengan tersenyum.
Kami langsung menaiki mmobil, setibanya kami dirumah. Istri dan kedua putriku langsung memasak makanan untuk kami.
Kami kini sedang menikmati masakan yang istri dan kedua putri aku masak. Rasanya sangat enak dan gurih, aku sangat menyukainya.
"Sayang kamu nati di tugaskan ke mana?' tanyaku kepada putriku Debora.
"Di kesatuan Kopassus Papa, di daerah Cijantung. Aku di tempatkan di Cijantung,' jawab Debora dengan tersenyum.
"Wah bagus nak, semoga kamu dapat bekerja dengan baik putriku. Di kesatuan kamu saat ini nak, apa lagi kamu baru menjadi prajurit TNI AD,' ucap aku dengan memeluk putriku Debora.
"Wah hebat sekali putriku, kau sungguh membuat Mama bangga. Mama sangat senang sekali akan kesuksesan dan keberhasilan kamu nak," ucap Tiara dengan mengecup kening Debora.
"Kakak sungguh sangat hebat, Bella doakan Kaka selalu sukses. Nanti kalau gajian jangan lupa iya traktir Bela,' ucap Bella dengan tersenyum.
Setelah selesai makan, kami langsung menonton TV bersama.
Aku sungguh sangat bahagia sekali, akan kesuksesan Debora. Semoga saja anak-anakku yang lain dapat menyusul Debora.
"Nak kamu mau ini?" tanya Tiara dengan memberikan kalung kepada Debora.
"Ini untuk Debora Ma, terima kasih Mama. Debora sungguh sangat bahagia dan senang sekali. I love Mama," ucap Debora dengan memeluk Tiara.
"Iya sayang, ini Mama dan Papa yang khusus berikan untuk kamu nak. Sebagai hadiah kelulusan kamu nak," ucap Tiara dengan tersenyum.
Setelah kami selesai menonton, aku dan Tiara pamit untk tidur terlebih dahulu.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Tiara dengan tersenyum.
"Besok saya harus pergi ke lampung sayang, kamu jaga diri dan anak kita. Kamu berati ambil rapor kelulsan Bella sendiri,' ucapku dengan tersenyum.
"Iya nggak apa-apa sayang, kamu pergilah. Negara lebih penting," ucap Tiara dengan tersenyum.
Aku yang sudah mengantuk, akhirnya aku tertidur. Aku terbangun sekitar jam empat pagi. Aku segera mandi bersama istriku Tiara.
Aku dan Tiara kini membuat sarapan pagi bersama, walau pun sempat ada perdebatan kecil. Tiara nggak ma membuat seragam aku kotor karena membantunya memasak.
'Sayang kau duduk saja, biar saya yang meamasak. Kamu harus menurut sayang,' ucap Tiara dengan tersenyum.
"Baik sayang, terima kasih sayang. Kamu sangat baik sekali sayang,' ucap aku dengan tersenyum.
"Tetapi kamu sudah bilang iya, tetapi kenapa kamu masih membantu saya memasak sayang. Maafkan saya karena saya merepotkan," ucap Tiara dengan memanyunkan bibirnya.
"Apa salahnya saya membantu istri saya yang sangat cantik ini, saya membantu kamu memasak. Yang terpenting saya dapat membahagiakan kamu,' ucap aku dengan tersenyum.
Setelah matang, aku memangila anak-anakku untuk sarapan pagi bersama.
Setelah anak-anakku turun, kami makan bersama. Setelah selesai makan, aku segera menyemprotkan minyak wangi.
Aku segera berangkat dengan ajudanku, kami menaiki helikopter menuju Lampung.
Aku tiba di Lampung sekitar jam satu siang, aku segera duduk dan makan bersama kawan-kawanku. Aku makan bersama kawan aku dari kepolisian.
Karena hari ini merupakan hari polisi republik indonesia, kami bersama-sama kini bekerja sama.
Kami makan dan merayakan bersama, aku menginap di rumah kawanku bernama Raymond dari kepolisian. Ketika aku berada di rumahnya. Aku melihat bingkai poto putranya yang bernama Dicki.
Dicki oitu sangat tampan dan gagah, sangat tampan seperti kawanku semasa muda.
"Raymond anak kamu tampan, seperti kau muda. Dia sudah punya pacar belum?' tanyaku dengan sangat penasaran sekali.
"Anakku belum punya pacar, emangnya kenapa?' tanya Raymond balik.
"Kau kalau mau ke Jakarta, mapirlah ke rumahku. Kali aja cocok anakku Debora jadi menantumu," ucapku dengan berbisik.
"Ok baiklah, minggu depan aku dan keluargaku akan ke Jakarta," ucap Raymond dengan tersenyum.
Aku dan anak buahku menginap di rumah Raymond hanya tiga hari.
Aku dan anak buahku kini sedang perjalnan, kami sedang dalam perjalan menuju Jakarta. Setibanya di Jakarta aku langsung memeluk Tiara istriku.
"Sayang kamu jorok main peluk saja, mendingan kamu mandi dulu sana. Kamu nggak sopan sayang main cium-cium aku sayang," ucap Tiara dengan protes.
'Iya maaf sayang, saya akan menuruti permintaan kamu. Padahal saya hanya ingin memeluk dan bermesraan dengan istri saya yang cantik ini,' ucapku dengan menggoda Tiara.
Aku dan Tiara akhirnya masuk ke dalam kamar kami, aku mandi sementara Tiara istriku kini sedang sibuk. Tiara sedang sibuk menyiapkan pakaian untukku.
Setelah aku sudah selesai mandi, aku di bantu oleh Tiara mengenakan pakaian.
"Terima kasih sayang," ucapku dengan mengecup kening Tiara dengan penuh kelembutan.
"Sama-sama sayang," ucap Tiara dengan tersenyum.
Aku dan Tiara kini turun ke bawah, kami menghampiri anak-anak kami.
Aku dan anak-anakku menunggui Tiara memasak untuk kami, Tiara rupanya memasak Nasi Goreng Seafood.
Kami semua sangat menikmati masakan Istriku, cita rasa yang sangat lezat sekali. Masakan dengan cita rasa Thailand.
Istriku mungkin sedang belajar di Youtobe, sedang belajar cita rasa masakan Thailand.
"Gimana sayang apakah rasanya sangat enak untuk masaka yang aku masak?" tanya Tiara dengan manjanya.
"Enak sayang Nasi goreng seafoodnya, hanya saja cita rasanya. Sangat dominan ke masakan Thailand,' ucapku dengan tersenyum.
Setelah selesai kami makan, aku dan Tiara kini sedang menonton tv bersama angkasa.
Sedangkan Debora dan Bella kini sedang mencuci piring, setelah usai kedua buah hatiku mencuci piring.
Kami kini menonton tv bersama, aku kini berbisik ke telinga istriku Tiara.
Kami berniat menjodohkan Tiara dengan Dicki.
"Sayang aku berniat ingin menjodohkan Debora dan Dicki,' bisikku dengan tersenyum.
"Dicki siapa sayang? Aku nggak kenal sayang,' tanya Tiara dengan sangat penasaran sekali.
"Dicki itu adalah calon menantu kita, anaknya Raymond kawanku dari kepolisian. Minggu depan mereka akan ke rumah," jawabku dengan berbisik.
"Ok sayang, nanti aku akamn memasakan mereka Soto Betawi,' ucapku dengan tersenyum.
Aku akhirnya bertanya kepada Debora, apakah dia mau aku jodohkan dengan Dicki? Tetapi Debora hanya diam saja.
Aku jadi sangat bingung sekali.
Bersambung.