Aku beserta keluarga aku sangat khawatir, kami harap-harap cemas untuk menanti kelahiran cucu kami yang ke tiga.
Kami berharap semoga menantuku mampu melewatinya, senoga anak dan Ibu dapat selamat.
"дорога ти чому? Чому ти так хвилюєшся? Якщо я хвилююся, я теж хвилююся,
doroha ty chomu? Chomu ty tak khvylyuyeshsya? Yakshcho ya khvylyuyusya, ya tezh khvylyuyusya," tanya Tiara dengan tersenyum.
(Sayang kamu kenapa? Kenapa kamu sangat cemas sekali? Jika aku cemas aku juga cemas,)
"Я дуже хвилююся і дуже переживаю, Солега і наші майбутні онуки, так. Як вони будуть дорогими,
YA duzhe khvylyuyusya i duzhe perezhyvayu, Soleha i nashi maybutni onuky, tak. Yak vony budutʹ dorohymy," jawabku dengan sangat khawatir sekali.
(Aku sangat khawatir dan cemas sekali, Soleha dan calon cucu kita iya. Bagaimana nasib mereka sayang,)
"Дорогий, ти дуже хвилюєшся і хвилюєшся, не байдуже, мила, ми просто молимося. Сподіваюся, наша невістка зможе бути здоровою і одужати після пологів,
Dorohyy, ty duzhe khvylyuyeshsya i khvylyuyeshsya, ne bayduzhe, myla, my prosto molymosya. Spodivayusya, nasha nevistka zmozhe buty zdorovoyu i oduzhaty pislya polohiv," ucap Tiara dengan memelukku.
(Sayang kamu sangat khawatir dan cemas, sudahlah sayang kita berdoa saja. Semoga menantu kita dapat sehat dan pulih kembali setelah melahirkan,)
"Так, милий, помолимось за Солегу і внука нашого, Господи, благаю Тебе, спаси Солегу, зятя мого і внука, що народиться. Я їх так люблю,
Tak, mylyy, pomolymosʹ za Solehu i vnuka nashoho, Hospody, blahayu Tebe, spasy Solehu, zyatya moho i vnuka, shcho narodytʹsya. YA yikh tak lyublyu," ucapku di dalam doaku.
(Iya sayang mari kita doakan Soleha dan cucu kita, Ya Tuhan aku mohon selamatkan Soleha menantuku dan cucuku yang akan di lahirkannya. Aku sangat menyayangi mereka,)
"**,*******。****************。**********,*************。*****,***********,********,
Zhǔ a, qǐng dāyìng wǒ de qǐngqiú. Zhìyù bìng jiěchú wǒ érxí de bìng Soleha. Hǎo ràng tā néng píng'ān shēng xià háizi, hǎo ràng suǒ lái hā hǎohǎo zhàogù tā de háizi. Huàn Bayu, ràng érzi ài shàng Soleha, ài shàng Soleha," ucap Tiara dalam tangisan dan doanya.
(Ya Tuhan, kabulkan permintaan aku. Sembuhkan dan angkatlah penyakit Soleha menantuku. Supaya dia dapat melahirkan bayinya dengan selamat, supaya Soleha dapat merawat anaknya dengan baik. Rubahlah Bayu supaya putraku dapat menyayangi dan mencintai Soleha,)
"**,********************。****************,**,
Tiān nǎ, wǒ xīwàng wǒ de sǎozi zài fēnmiǎn guòchéng zhōng dédào biànlì hé biànlì. Xīwàng yǐhòu wǒ de bā yǔ gēgē néng zhēnxīn de ài tā, ài tā," ucap putriku Debora berdoa dengan khusyu.
(Ya Tuhan, semoga saja adik iparku di perlancar dan di permudahkan untuk proses kelahirannya. Semoga kelak adik aku Bayu bisa menyayangi dan mencintainya dengan tulus,)
"*,****,*************。****,
Ó, wǒ de shàngdì, yuàn wǒ de jiěfū zài tā chūshēng shí bèi tuīchū. Wǒ hěn dānxīn," ucap Diki menantuku dengan berdoa secara khusyu.
(Ya Tuhan, semoga iparku di pelancarkan ketika lahirannya. Aku sangat khawatir sekali,)
"**,****,********。 Soleha*********,Diandra****。*****************, wǒ qiú qiú nǐ, qǐng zhìyù suǒ lái hā āyí. Soleha āyí fēicháng měilì hé shànliáng,Diandra fēicháng ài tā. Xīwàng nǐ yǒu gè hào chūshēng" ucap Diandra dengan menitikan air mata.
(Tuhan aku mohon, tolong sembuhkan Tante Soleha. Tante Soleha sangat cantik dan baik, Diandra sangat menyayangi dan menyukainya. Semoga dapat melahirkan secara baik,)
"**********,***。***********,****,
Xīwàng wǒ de sǎozi zǎorì xǐng lái, wǒ qiú shén. Wǒ xīwàng nǐ néngshēng xià nǐ de bǎobǎo, qǐng'ān kǎ sà," ucap Angkasa dengan menitikan air matanya.
(Semoga saja Kakak iparku segera sadar dan siuman, aku mohon tuhan. Semoga Kakak dapat melahirkan bayinya Angkasa mohon,)
"***,*******,*********,*********。************** a, wǒ qíqiú yīqiè ān hǎo, suǒ lái hā dìxiōng píng'ān wú shì, wǒ de zhízi yě píng'ān wú shì. Qiú dàshén cǎinà" ucap Bella yang berdoa secara khusyu.
(Tuhan saya mohon pelancar semuanya, Kakak Soleha selamat begitu juga keponakan saya. Saya mohon kabulkan Tuhan,)
Kami berdoa secara khusyu menurut Agama kami kristen, sedangkan besanku mendoakan menurut Agama muslim.
Besanku juga sholat dan mengaji demi keberhasil lahiran putri kami Soleha.
"Saya sholat dulu iya, sekalian mau mengaji mendoakan Soleha," ucap kedua besanku dengan tersenyum.
"Iya silahkan, semoga saja cucu kita dapat terlahir dengan selamat. saya ingin keduanya selamat," ucapku dengan tersenyum.
Soleha yang sempat pingsan, kini sadarkan diri dan memiliki tenaga untuk melahirkan.
Akhirnya Soleha mampu melahirkan bayi tampan, bayi yang sangat tampan sekali wajahnya sangat mirip dengan Soleha dan Bayu. Wajah Bayi tersebut memiliki perpaduan Bayu dan Soleha.
"Bayu kamu harap akan bangga dengan perjuangan istri kamu Soleha, Papa harap kamu dapat menyayangi istri kamu seutuhnya. Dia berkorban demi melahirkan anak kalian berdua," gumamku di dalam hati.
"Selamat nak, kamu sudah sangat berjuang demi melahirkan cucuku. Semoga saja cucuku sehat kamu juga sehat,"ucapku dengan berdoa secara tulus dan sangat khusyu.
"Iya Papa, terima kasih doanya. Semoga aku dapat mewujudkan mimpiku untuk hidup lebih lama lagi," jawab Soleha dengan wajah bersedih.
"Bayi kamu sudah lahir, sekarang kamu fokuslah untuk melakukan pengobatan. Baik tradisional maupun secara modern, untuk biayanya saya akan bayar," ucapku dengan tersenyum.
"Kamu mau beri nama bayi ini apa nak?" tanya Tiara dengan tersenyum.
"Bima Sakti Mama, semoga kelak dia menjadi Pahlawan. Aku ingin anakku berguna bagi banyak orang," ucap menantuku dengan menitikan air mata.
Aku dan Tiara membantu untuk membuatkan akte kelahiran untuk Bima Sakti.
"Papa aku boleh minta tolong," pinta menantuku Soleha.
"Apa itu nak?" tanyaku dengan tersenyum.
"Saya mau tes Dna untuk Bima dan Bayu, ini ada rambut Bayu danBima. Saya mohon Papa, supaya Bayu tak meragukan Bima. Karena Bima adalah anak Bayu," jawab Soleha dengan menitikan air mata.
"Iya nak, sini nak Papa akan membawanya ke left. Papa akan segera mengetesnya, pasti Bayu akan menyesal ketika tau jika anak ini memang benar anaknya. Pasti Bayu akan menyesal," ucapku dengan menitikan air mata.
Aku akhirnya ke left, untuk melakukan tes DNA antara anak dan cucuku.
Aku dan Tiara sudah memberikan kabar, mengenai kelahiran Bima. Tetapi Bayu seakan tak peduli, balas pesan maupun angkat teleponeku tak mau. Tetapi posting status di i********: dan whatasp dan photo selalu dia lakukan sejam sekali dengan kekasih bulenya.
Ya ampun Bayu kenapa kamu jadi seperti ini nak?
Bersambung.