Bella kini terlihat sangat bahagia sekali, karena dia akan memenuhi persyaratan setelah tes dan dia akhirnay dinyatakan sebagai siswa di angkatan militer AAU.
"Selamat iya nak, kamu lulus dengan nilai terbaik dengan hasil terbaik. Di sekolah militer. Pantas saja nilainya sangat bagus dan sukses," puji salah satu kawanku ketika memberi selamat kepada putriku.
"Terima kasih Om,' jawab Bella dengan tersenyum.
Bella putriku terlihat sangat bahagia sekali, aku sangat merasakaan kebahagia yang berapi-api yang di miliki olehnya.
'Selamat iya nak, kamu masuk Aau. Sekarang kamu harus berjuang iya nak, berjuanglah dengan sebaik mungkin. Kamu harus tetap jadi yang terbaik di antara yang terbaik,' ucapku dengan selalu menyemangati putriku.
"Iya Papa, terima kasih banyak Papa. Semoga Papa selau sukses,' ucap Bella dengan tersenyum.
"Selamat iya Bella, Kakak bangga kepada kamu sayang, Kakak ada kue dan cokelat untuk kamu bawa selama di asrama. Kakak doakan kamu selalu sukses,' ucap aku dengan tersenyum.
Aku sangat bahagia sekali, walau pun bersedih Soleha selalu tersenyum apa pun yang terjadi.
"Selamat iya Soleha, kamu berhasil mengatasi kesedihan kamu nak. Kamu jangan bersedih lagi,' ucapku dengan menenangkannya.
Akhirnya aku paham dan mengerti, jika akan seperti itu. Aku mencoba memperingatkan Bayu untuk lebih perhatian kepada istriku. Tetapi percuma Bayu nggak paham dan mengerti.
Bayu tetap sama, selalu mempermainkan hati menantuiku yang sangat baik dan lembut. Aku nggak tega sekali, aku akhirnya dengan sangat senag hati menerima keputusan ini.
Aku biarkan saja, biar aku jaga menantu dan cucuku nati.
"Bayu tak menghubungi kamu sayang?' tanya Tiara dengan tersenyum.
"Belum sayang, sudah biarkanlah saja Bayu. Bayu ini anak nakal dan pembakang. Bayu sangat menyebalkan sekali,' jawabku dengan penuh kekesalan.
"Aku sangat bingung sekali, apa yang harus aku lakukan untuk mendidik Bayu, Bayu sangat nakal sekali dan susah di atur. Apa aku harus menggampar Bayu, hingga Bayu sakit dan sadar,' ucap Tiara dengan tersenyum.
"Sudah biarkan saja Bayu Mama, Bayu memang nggak akan pernah paham dan mengerti. Mama saja sampai pusing untuk memberitahukan Bayu apalagi Papa,' ucapku dengan tersenyum.
Aku sangat kesal dan marah sekali, tetapi mau bagaimana lagi.
"Sudahlah sayang, dari pada kita kesal dan sedih sekali. Lebih baik kita bersayabar," ucapku dengan tersenyum.
Akhirnya kami akhirnya tidur lenih awal, karena aku akan mengntarkan Bella ke Jogjakarta.
"Sayang bangun sayang, sudah pagi sayang. Kamu harus bangun sayang,' ucapku dengan tersenyum.
Aku dan keluargaku akhirnya mengantarkan kepergian putri kami Bella.
"Selamat iya Bella putriku sayang, maafkan Papa. Papa akan mengantarkan kamu sampai di sini iya nak,' ucapku dengan memeluk Bella.
"Iya Papa, nggak apa-apa Papa. Aku ikhlas dan terima,' ucap Bella dengan tersenyum.
"Sayang kamu jaga kesehatan baik-baik iya, Papa permisi dulu. Papa mau pergi,' ucap Tiara denganh tersenyum.
"Iya Mama terima kasih iya, sudah mengantarkan aku dengan baik. Aku akan sampai Jogjakarta dengan selamat,' ucapku putriku Bella dengan tersenyum.
Akhirnya aku dan istriku Tiara akhirnya pergi ke tempat wisata ke Jogjakarta. Kami ke Jogjakarta bersama Soleha menantuku.
"Papa dan Mama boleh nggak jika kita pergi ke pantai atau ke kebun? Saya sangat ingin sekali menikmati pemandangan yang sangat bagus dan indah. Kita mau pergi ke tempat yang sangat indah dan bagus," tanya Soleha dengan tersenyum.
"Boleh kok sayang, tentu saja boleh. Masa nggak boleh Mama dan Papa larang. Kita berlibur dua moinggu di Jogja juga boleh,' ucap aku dan Tiara dengan sangat kompaknya.
"Terima kasih Ma, terima kasih Pa. Saya sangat paham dan mengerti," ucapku dengan tersenyum.
Aku dan istriku akhirnya mengajak menantuku, mengjaka dan menyenangkan hati dan pikirannya. Intinya menantuku harus bahagia dan selalu tersenyum.
Mereka harus bahagia dan selalu tersenyum, kami pergi ke pantai dan rupanya menantuku sangat suka melukis. Tetapi kadang halnya menantuku sampai menangis. Menantuku menangis karena melihat postingan putraku Bayu.
"Kamu kenapa nak?' tanyaku dengan penuh kekhawatiran.
"Saya nggak apa-apa Pa,' jawab Soleha dengan air mata masih mengambang.
Aku sangat khawatir sekali, ada apa sebenarnya ini? Kenapa menantuku selalu menangis seperti ini? Aku sangatv khawatir dan cemas sekali.
"Sayang coba kamu lihat menantu kita, kasihan sekali. Pasti dia sangat terluka sekali, aku yakin ada sesuatu. Apa mungkin ada kaitan dengan Bayu?' tanya aku dengan berbisik ke telinga istriku Tiara.
"Iya coba aku lihat dulu, media sosial Bayu. Aku yakin doiaposting yang sangat aneh sekali. Sehingga menantu kita menangis seperti ini. Kita harus tegas kepada Bayu," ucap Tiara dengan nafas tersenggal-senggal.
Isrriku aku lihat menangis dan memelukku. Dia menunjukan videop dan foto Bayu dengan gadis bule tersebut dengan melakukan perbuatan yang t6idak senonoh di kamar hotel. Aku dan Tiara hanya dapat menangis. Kami berdua sama sekali tak menyangka, kelakuan Bayu akan separah ini.
"Aku salah melahirkan dan mendidik Bayu, kenapa Bayu putaku menjadi seperti ini? Aku sangat kecewa sekali," ungkap Tiara dengan air mata berderai.
"Iya sayang, aku salah memndidiknya. Dia sangat menyebaklkan. Sebaiknya kita nasehati Bayu bketika Bayu pulang, kita harus menasehatinya. Supaya Bayu jangan keterlaluan seperti itu," ucapku dengan tersenyum.
Aku dan Tiara akhirnya memeluk Soleha, menantu kami supaya dia tidak terlalu bersedih lagi.
"Soleha kamu jangan bersedih nak, abaikan saja Bayu. Kamu nggak boleh sedih itu seperti itu. Kamu harus selalu bahagia nak, maafin Papa iya karena teloah memberikan kamu suami seperti Bayu yang memiliki sifat kekanakanakan,' ucapku dengan tersenyum.
"Papa tidak perlu meminta maaf, Papa adalah orang yang sangat baik. Begitu bjuga Bayu adalah suami yang baik. Mungkin Bayu memang yang nggak cinta saya,' ucap Soleha dengan menitikan air mata.
"Soleha hapus air mata akmu iya nak, gimana kalau kita ke mall? Kamu mau menonton Bioskop nggak?' tanya Tiara dengan tersenyum.
"Mau Mama, saya sangat mau untuk menonton. Saya sangat boring sekali,' ucap Soleha dengan tersenyum.
Akhirnya kami sekeluarga sangat sepakat sekali, kami menonton Film horor komedi kami menonton bersama, kami sangat menikmati kegiatan menonton kami. Kami juga makan bersama dengan masakan yang sangat enak dan lezat.
"Bagaimana nak apakah enak?' tanyaku kepada menantuku.
"Enak sekali Papa, saya mau menambah lagi. Apakah saya boleh memesan yang banyak untuk saya bawa pulang?' tanya Soleha dengan tersenyum.
Akhirnya aku memesan yang banyak, untuk kami makan setiba kami di hotel berbintang. Tuhan aku harap, menantu dan cucuku sehat selalu dan baik-baik saja. Aku nggak mau mereka terlalau banyak kesakitan dan kesedihan. Biar aku saja yang sakit dan sedih. Asalkan mereka selalu bahagia.
Maafin Papa iya nak, Maafin suami kamu nak. Papa akan membahagiakan kamu. Sekali pun suami kamu acuh tak cuh. Apa pun yang terjadi kamu tetap menantuku.
Bersambung.