Aku akhirnya menghampiri dan berbisik ke telinga putraku. Aku meminta putraku untuk tersenyum.
"Ой, сину, не хмурись так, усміхнись дружно з Солегою, синку. Бо скоро ти вийдеш за нього заміж,
Oy, synu, ne khmurysʹ tak, usmikhnysʹ druzhno z Solehoyu, synku. Bo skoro ty vyydesh za nʹoho zamizh," bisik aku ke telingga putraku Bayu ketika kami tiba di rumahnya.
(Ya ampun nak kamu jangan cemberut gitu, tersenyum ramah sama Soleha nak. Karena sebentar lagi kamu nikah sama dia,)
"Тато, я не думаю, що я щасливий із Солегою, вона не така красива, як Джихан. Я не можу забути Джихана,
Tato, ya ne dumayu, shcho ya shchaslyvyy iz Solehoyu, vona ne taka krasyva, yak Dzhykhan. YA ne mozhu zabuty Dzhykhana," ungkap Jihan dengan berbisik ke telingaku.
(Papa kayaknya aku nggak srek sama Soleha, dia nggak secantik Jihan. Aku nggak bisa melupakan Jihan,)
Ya Tuhan jangan sampai Bayu mempermalukan aku, padahal calon menantu idaman aku cantik sekali.
Mata Bayu sedang katarak kali iya, padahal jelas-jelas cantikan Sholeha.
"Bayu kamu kenapa?' tanya aku dengan nada meninggi.
Bayu hanya diam saja, tanpa berbicara apa pun. Istriku Tiara sontak langsung menepuk bahuku.
"Ada apa sayang? kamu jangan marah lagi iya?' tanya Tiara dengan berbisik.
"На жаль, я думаю, що мозок Баю закрився і завмер, красива дівчина така ж красива, як Солега, тоді він цього не хоче. Навіть він все ще порівнює Джихана з Солегою,
Na zhalʹ, ya dumayu, shcho mozok Bayu zakryvsya i zavmer, krasyva divchyna taka zh krasyva, yak Soleha, todi vin tsʹoho ne khoche. Navitʹ vin vse shche porivnyuye Dzhykhana z Solehoyu,' bisik aku ke telinga Tiara.
(Sayang aku rasa otak Bayu sudah koslet dan membeku, gadis cantik secantik Soleha lantas dia nggak mau. Bahkan dia masih membandingkan Jihan dengan Soleha,)
Tiara langsung mendekati putra kami Bayu, Tiara langsung mengancam Bayu entah kenapa Bayu sekarang masih luluh sekali.
Bayu akhirnya menurut dengan apa yang di katakan istriku.
"Баю не ганьбуй маму, просто бережи, якщо не хочеш. Просто дивись, як мама помирає більше, сину,
Bayu ne hanʹbuy mamu, prosto berezhy, yakshcho ne khochesh. Prosto dyvysʹ, yak mama pomyraye bilʹshe, synu,' ancam Tiara dengan memelototi Bayu.
(Bayu jangan bikin malu Mama iya, awas saja jika kamu nggak mau. Lihat saja Mama lebih mati nak,)
"Не будь, мамо, Баю справді любить маму. Баю не хоче маму чому, Баю справді любить маму,
Ne budʹ, mamo, Bayu spravdi lyubytʹ mamu. Bayu ne khoche mamu chomu, Bayu spravdi lyubytʹ mamu," ungkap Bayu dengan menitikan air mata.
(Jangan dong Ma, Bayu sayang banget sama Mama. Bayu nggak mau Mama kenapa-kenapa, Bayu sayang banget sama Mama,)
Aku dan keluarga Soleha memutuskan empat April sebagai hari pernikahan putraku dengan Soleha.
Kami melakukan pertemuan hari ini adalah untuk acara pertunangan, setelah pertunangan berjalan lancar. Walau pu putraku hanya cemberut.
Tetapi aku dan Tiara sangat bersyukur karena pertungan Bayu dan Sholeha berjalan lancar.
Soleha semoga saja dapat menjadi calon menantu yang terbaik, aku sangat beruntung sekali.
Tidak terasa sekarang sudah tangal empat April, aku dan Tiara menjadi saksi pernikahan Bayu dan Sholeha.
Setelah resepsi pernikahan selesai, entah kenapa Bayu seakan enggan untuk memasuki kamar pengantinnya.
"Баю чому ти хочеш? Чого ти тут сину? Ви повинні бути у своїй весільній кімнаті з дружиною, сином, вам двом доведеться провести довгу ніч разом, повну пристрасті,
Bayu chomu ty khochesh? Choho ty tut synu? Vy povynni buty u svoyiy vesilʹniy kimnati z druzhynoyu, synom, vam dvom dovedetʹsya provesty dovhu nich razom, povnu prystrasti," tanyaku dengan sangat penasarannya.
(Bayu kamu kenapa nak? Kenapa kau ada di sini nak? Seharusnya kau ada di kamar pengantin kamu bersama istri kamu nak, kalian berdua harus melewati malam panjang berdua yang penuh dengan gairah,)
"Завдання Баю лише одружитися, навіщо проводити першу ніч з цією потворною дівчиною. Джихан краще, вона повинна бути моєю дружиною.
Zavdannya Bayu lyshe odruzhytysya, navishcho provodyty pershu nich z tsiyeyu potvornoyu divchynoyu. Dzhykhan krashche, vona povynna buty moyeyu druzhynoyu." keluh Bayu dengan menitikan air matanya.
(Tugas Bayu hanya menikahi saja, untuk apa melewati malam pertama dengan gadis jelek itu. Jihan lebih baik, seharusnya dia dapat menjadi istriku.)
Bayu dengan sangat emosi sekali kini dia melangkah ke kamar pengantin mereka berdua, bayangkan saja mereka berdua kini seperti suara berantem sedangkan Soleha hanya memnagis saja.
"Aku tak cinta dengan kamu, tidurlah di bawah. Jangan mengharapkan malam pertama dengan aku,' maki dan hina Bayu kepada menantuku Soleha.
"Memangnya aku salah apa Bayu' tanya Soleha menantuku dengan menitikan air mata.
"Kau sangatsalah karena kau mau menikah denganku,' ungkap Bayu dengan sangat marah sekali.
"Kenapa kau menyalahkan aku? Jika kau tak cinta denganku, untuk apa kau menikahiku. Kau sangat jahat sekali,' ungkap menantuku dengan menangis.
"Aku nggak bisa menolak, karena aku nggak cinta dengan kamu. Ini semua aku lakukan terpaksa, demi Ibuku aku menikahi kamu. Aku harap kamu jangan pernah melewati batas,' ungkap Bayu dengan nada tinggi.
Untungnya tidak ada besanku, mereka pulang ke rumah hanya kami yang menginap di Hotel mewah yang kami sewa.
"Ya ampun Papa kok Bayu, sampai tega hati berkata seperti itu. Mama nggak nyangka loch,' bisik Tiara dengan berdecak kesal.
"Iya Mama, Papa juga nggak habis pikir, apa kita harus apakah Bayu iya, supaya otaknya sadar. Apa kita ke orang pintar saja? Tetapi menurut islam itu musyrik, Gimana jika kita bawa Bayu untuk ruqyah?' tanyaku dengan mentap wsajah Tiara.
Aku dan Tiara memutuskan Bayu untuk Ruqyah, rupanya benar kata orang pintar itu rupanya Bayu di guna-guna oleh Jihan. Tetapi setelah di ruqyah Bayu seakan sangat cinta sekali dengan Soleha bahkan nggak mau lepas.
Bayu selalu memuji Soleha, syukurlah Bayu dan Soleha sekarang harmonis. Semoga saja kebahagian rumah tangga mereka berdua, selalu romantis dan harmonis.
Aku dan Tiara kini kami sedang berada di Malang, aku sebagai Bapak kini mengunjungi rumah anak kami. Yang terkena musibah kebakaran.
Aku dan Tiara sangat senang, tatkala dapat kabar jika Debora melahirkan bayi cantik bernama Diandra.
Aku kini sedang bersiap ke Surabay ke rumah Debora dan Diki. Cucuku terlihat sangat cantik sekali.
"Боже мій, наша внучка така гарна, так, як ангел. Такий маленький і милий,
Bozhe miy, nasha vnuchka taka harna, tak, yak anhel. Takyy malenʹkyy i mylyy," puji Tiara dengan tersenyum.
(Ya ampun sayang cucu kita cantik sekali iya, bagai Bidadari. Sangat mungil dan imut,)
"Так, мій онук дуже гарний, сподіваюся, він буде добрим і синівським сином. Здається, ми тут два дні,
Tak, miy onuk duzhe harnyy, spodivayusya, vin bude dobrym i synivsʹkym synom. Zdayetʹsya, my tut dva dni," pintaku dengan tersenyum.
(Iya cucu aku memang sangat cantik, semoga keak menjadi anak yang baik dan berbakti. Sepertinya kita menginap dua hari di sini,)
Tetapi aku dan Tiara di paksa oleh Diki dan Debora untuk seminggu menginap di rumah mereka.
"Тато, не залишайся на два дні, два дні дуже мало, тато. Залишитись тиждень,
Tato, ne zalyshaysya na dva dni, dva dni duzhe malo, tato. Zalyshytysʹ tyzhdenʹ,' pinta Tiara dengan tersenyum.
(Papa jangna menginap dua hari, dua hari sebentar banget Papa. Menginaplah seminggu,)
"Так, тато, раз на тиждень ми можемо грати з Діандрою. Дуже красива і здорова дитина,
Tak, tato, raz na tyzhdenʹ my mozhemo hraty z Diandroyu. Duzhe krasyva i zdorova dytyna,' ungkap Tiara dengan tersenyum manis.
(Iya Papa sekali-kali semoinggu, kita jadi dapat bermain dengan Diandra. Bayi yang sangat cantik dan sehat,)
"Боже мій, Дебора, не носи так татового онука. Ти часто носив свою сестру, чого ти нервуєш, синку? Розслабся сину,
Bozhe miy, Debora, ne nosy tak tatovoho onuka. Ty chasto nosyv svoyu sestru, choho ty nervuyesh, synku? Rozslabsya synu,' ucapku dengan menasehati Debora.
(Ya ampun Debora, cucu Papa jangan di gendong seperti itu. Kamu dulu kan sering menggendong adik kamu, kenapa kamu gugup nak? Rileks nak,)
Bersambung.