Tiba di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kami langsung berpisah. Aku berdua dengan adikku melanjutkan perjalanan ke Malang. Sementara Sukma juga satu jurusan dengan kami tapi ia lebih memilih dengan temannya yang lain. Ia menggunakan carteran yang sudah mereka pesan sebelumnya. Agar hubungan semalam tidak terputus, kamipun saling bertukar nomor telpon rumah. Ada secercah harapan disana, yang jelas diri ini sangat berharap bisa berlanjut lagi hubungan tersebut. Semenjak kejadian di kapal tersebut hubungan kami makin dekat atau mungkin bisa dikatakan kami jadi sepasang kekasih. Ah rasanya aneh bisa jadian dengan mantan adik kelas sendiri. Padahal dulu hanya biasa saja melihatnya. Sangat jauh di bandingkan dengan Sukma yang sekarang. Melihat bodynya yang tinggi dan sangat padat berisi membu

