Akhir tahun 90 an setiap mudik dan kembali ke daerah perantauan selalu menggunakan armada laut. Zaman itu harga tiket pesawat sangatlah jomplang dibandingkan dengan harga tiket kapal. Bagiku bisa pulang adalah sudah berkah tersendiri buat anak yang jauh dari orang tua. Beruntung abah dan ibu sangat menyayangi putra putrinya kala itu. Entah bagaimana caranya mereka selalu berusaha jika saat lebaran wajib mudik. Untuk kembalinya pun tetap menggunakan armada laut. Kapal penumpang itu tiba di tujuan dalam waktu tiga hari empat malam. Transit ke 2 atau 3 kota sebelum mencapai tujuan akhir yaitu pelabuhan tanjung perak Surabaya. Di awal masa millennium, dengan status masih menjomblo alias tanpa seseorang yang menjadi kekasih saat itu. Sepertinya aku masih betah menjones pasca meninggalkan saha

