Setibanya dirumah itu, aku sudah di sambut nyokapnya Ricky. Baik beud sih tante, begitu ku panggil beliau. Melihat usaha salonnya aku berpikir wajar saja jika dandanan Nyokap sobatku begitu menor abis. Masih terlihat kerutan wajah yang tak bisa di pungkiri jika beliau memang sudah berumur. Namun berusaha ia tutupi dengan riasan yang begitu mencolok menurutku. Ku pikir hal yang wajarlah karena menyesuaikan dengan pekerjaannya saat itu. Sekilas aku melirik orang orang yang ada di salon tersebut. Pikiran kotorku mulai bergerilya mencari sesosok yang bisa membangkitkan jiwa PK ku. Terlihat ada beberapa pelanggan yang lagi menggunakan jasa tukang salon tersebut. Hampir semuanya wanita yang menjadi pelanggan salon tersebut. Termasuk staf di salon itu yang menurutku sedikit menarik karena di lih

