Beberapa bulan mengenal Bean, aku belum juga sifat aslinya. Perlahan tapi pasti, satu persatu sifat aslinya pun muncul dengan sendirinya. Pergaulannya di kampus dengan teman teman yang lain tidak bisa di pandang sebelah mata. Entah bagaimana Bean bisa mengenal mereka, anak anak dari golongan borjuis. Setiap hari jika ke kampus selalu membawa pellet Jepang yang jadi kegilaan para gadis atau ayam kampus. Aku juga masih belum ngeh dari mana ia mengenal mereka dan bagaimana anak anak sultan itu mau berteman dengan Bean yang hanya orang biasa, yang sehari harinya menggunakan supra bututnya untuk ke kampus dan kemana mana. Hingga hari itu ada beberapa mobil gaul dari anak anak se kampusku yang tiba tiba berhenti di depan rumah kontrakanku. Ada segelintir yang masih bisa ku kenali karena memang

