Hingga aku berpindah ke kos baru, kos tempat anak-anak Kalimantan kumpul. Aku pun semakin akrab dengan mereka. Termasuk si Ahmad. Dari sekian teman, hanya si Ahmad yang kurasa semakin lama semakin ganjil. Hanya dia yang paling setia dengan pasangannya, setiap diuji dengan kenalan baru, dia pasti menolak dan menjauh. Bahkan kesannya seperti ketakutan. Pernah suatu hari, ketika dia lagi ribut dengan pacarnya. Habis-habisan si Ahmad di maki-maki oleh pacarnya dan itu terjadi di kos kami, di depan anak-anak kos yang lagi kumpul. Si Ahmad hanya tertunduk tanpa bisa mengeluarkan kata-kata sedikitpun. Padahal kalau dilihat cewek si Ahmad ini tidak cakep-cakep amat. Standar aja kalau menurut aku. Kadangkala si Ahmad pernah di tampar oleh Diana, cewek si Ahmad tersebut. Aku dan te

