Belum terjawab pertanyaanku ia sudah ngeloyor pergi meninggalkanku begitu saja. Dasar memang teman ga ada akhlak, ga tanggung jawab sudah bangunkan orang, umpatku dalam hati. Aku coba tenang sambil mengumpulkan semua nyawa yang masih menyebar kemana mana. “Permisi mas, saya mau bersihkan kamar, apa boleh ya?” tiba tiba terdengar suara nan lembut seorang wanita yang tak asing bagiku. Benar saja ini wanita semalam yang pulang dengan seseorang lewat jam malam. Setelah merasa cukup langsung ku beranjak dari tempat tidur tersebut. “Monggo mba.” Jawabku singkat. Aku masih enggan meninggalkan kamarku. Ada pemandangan yang sedikit mengganggu mataku. Si mba ini ternyata menggunakan pakaian yang bisa membuat hasrat birahiku bergejolak. Ia memakai celana yang amat pendek dengan kondisi yang sanga

