Siangnya kembali aku mendapat kabar kurang mengenakkan dari cabang tokoku yang lain. Terutama dari stafku yang bagian penagihan. Ada beberapa langganan yang berhutang denganku, tagihannya sudah diambil oleh suamiku. Aku masih berpikiran positif, mungkin dia mau membantu tagihan usaha ku. Masih banyak laporan-laporan yang ganjil mengenai usaha dan Ricky, suamiku. Namun aku tetap tak bergeming. Aku masih belum menaruh curiga sedikitpun. Hanya mimpi mengenai Amat itu aja yang menjadi beban pikiranku. Selama beberapa bulan kemudian usahaku semakin menurun drastis. Dan tagihan dari beberapa supplier dan perbankan mulai tersendat-sendat. Dan beberapa bulan itu juga tingkah suamiku mulai berubah. Dia tidak lagi care denganku. Lebih banyak diluar kota dengan alasan urusan bisnis. Usahaku juga mu

