Menentukan pilihan terhadap ketiga gadis itu ternyata tidak semudah kala aku mencampakkan para gadis yang pernah bersamaku sesaat. Meski pengalamanku menjadi Pennjahat Kelamin adalah modal dasar agar tidak menggunakan hati dalam memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan yang namanya wanita. Dulu aku tak peduli dengan apa yang mereka rasakan ketika aku berhasil menjauhi mereka. Semuanya jadi mudah karena sedikitpun tak pernah ku gunakan hatiku untuk mereka. Terkadang cukup menghindar telpon mereka saja aku sudah bisa sukses menjauh. Akhirnya aku memilih Sukma diantara ia, Widi dan Vita. Ketiganya memiliki kelebihan masing masing. Cantik, baik dan menerima aku apa adanya, semua sifat ini ketiganya memiliki. Namun tetap aku harus memilih dengan mengikuti kata hatiku. Rasa cinta itu memang

