Bertemu Ayah Mertua

1270 Kata

Udara sore yang kurang bersahabat, berembus centil menerbangkan helaian rambut Airin yang dibiarkan tergerai. Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Langit di atas sana bahkan lebih mendung dari wajah gadis di hadapanku. Dia memilih menyimpan segalanya sendirian, terus menampilkan wajah seolah semua baik-baik saja, tanpa mau membaginya denganku. Dia adalah tipe yang akan selalu meluapkan emosi dengan kata-kata, saat bibir itu memilih bungkam, aku yakin dia sudah merasa kalau kata-kata tidak akan mampu mengubah apa pun lagi. Matanya yang semakin sayu, seakan berteriak memohon pertolongan, menggambarkan keputusasaan yang teramat. Aku bisa melihat itu, tapi kenapa dia hanya diam? “Rin,” lirihku sekali lagi saat kami berdiri di depan pintu. Aku ingin mengatakan banyak hal, tapi semua kata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN