Seoul, Korea Selatan. “Cogiya.” Gadis dengan pashmina dan mantel biru yang hampir menenggelamkan seluruh tingginya itu membungkuk kikuk di depan seorang pemuda yang melintas di depannya. “Can you help me?” tanya gadis itu sedikit ragu. Daniel hanya tersenyum sopan dan menunggu apa yang akan oleh gadis di hadapannya. “I’am from Indonesia. Yegin eodi? Naneun tersesat in here. Ah, apa bahasa Inggrisnya, kenapa aku mendadak jadi pelupa begini?” Gadis itu memukul kepala sendiri, yang membuat Daniel terlihat menyembunyikan tawa, karena menurutnya itu terlihat menggemaskan. Terlebih, bahasa yang digunakan gadis itu sangat belepotan. “Saya juga orang Indonesia.” “Woaah, jinjjayo? Tapi wajahmu benar-benar….” Gadis itu terlihat sangat terkejut. Dia mendongak, mengamati wajah Daniel s

