“Ayo menikah.” Pemuda itu berteriak lantang di tangah lalu-lalang orang yang berada di bandara. Dia berlari dari area parkir sampai terminal keberangkatan, dan segera meneriakkan kata itu begitu melihat sosok gadis yang dia cari. Airin menghentikan langkahnya sebelum memasuki lobi saat mendengar suara orang yang dia kenal. Gadis itu mengedarkan pandangan, mencoba mencari sosok Marvel. Meski tidak menyukai pria dingin itu, tapi Airin cukup hafal dengan suaranya. Airin masih belum benar-benar menemukan keberadaan Marvel, ketika tiba-tiba anak itu menubruk dan memeluknya. “Jangan pergi dan menanggung semuanya sendirian. Menikah denganku, dan kita hadapi semuanya sama-sama.” "Jangan gila!” Airin mendorong tubuh Marvel dengan kasar. “aku tidak ingin menikah dengan orang yang sama sekali

